Jakarta, SenayanTalks – Penggunaan aplikasi Travoy dinilai dapat memperkuat perlindungan konsumen jalan tol di Indonesia. Kehadiran platform digital tersebut tidak hanya memudahkan pengguna dalam memperoleh informasi perjalanan, tetapi juga berpotensi meningkatkan transparansi layanan dan pengawasan terhadap standar pelayanan minimum jalan tol.
Sekretaris Eksekutif, Rio Priambodo, menilai aplikasi seperti Travoy perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan informasi yang lebih komprehensif kepada masyarakat.
Menurut Rio, aplikasi sebaiknya menampilkan informasi detail mengenai ruas tol yang dilalui, mulai dari panjang ruas, kondisi infrastruktur, hingga fasilitas yang tersedia di sepanjang jalan tol.
“Informasi mengenai ruas jalan tol, panjang jalan, infrastruktur, serta fasilitas yang tersedia sangat penting. Ini bisa menjadi second control bagi masyarakat untuk menilai apakah standar pelayanan minimum sudah terpenuhi,” ujar Rio.
Ia menambahkan, transparansi tersebut juga dapat menjadi alat kontrol publik dalam menilai kewajaran penyesuaian tarif tol.
“Dengan informasi yang terbuka, masyarakat bisa mengukur apakah kenaikan tarif tol sudah sebanding dengan fasilitas dan pelayanan yang diberikan oleh badan usaha jalan tol,” katanya.
Integrasi Pengaduan Perlu Diperkuat
Selain transparansi informasi, Rio menekankan pentingnya integrasi layanan pengaduan konsumen dalam aplikasi Travoy dengan sistem pelayanan publik maupun Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurutnya, integrasi tersebut akan memudahkan pemerintah sebagai regulator untuk memantau setiap laporan yang disampaikan pengguna jalan tol.
“Ketika konsumen menyampaikan pengaduan, laporan tersebut dapat langsung dimonitor oleh pemerintah. Ini akan memperkuat fungsi pengawasan dan memastikan tindak lanjut berjalan lebih cepat,” jelasnya.
Aplikasi Harus Inklusif
Rio juga menyoroti pentingnya pengembangan aplikasi yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Ia menilai, aspek inklusivitas harus menjadi prioritas agar layanan digital di sektor jalan tol dapat diakses secara setara oleh semua pengguna.
“Aplikasi harus dirancang secara inklusif sehingga dapat digunakan oleh kelompok berkebutuhan khusus. Perlindungan konsumen tidak boleh meninggalkan siapa pun,” tegas Rio.
Dengan pengembangan fitur yang transparan, terintegrasi, dan inklusif, Travoy diyakini dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan perlindungan konsumen sekaligus mendorong akuntabilitas layanan jalan tol di Indonesia.
Baca juga :



