Jakarta, SenayanTalks – Gaya hidup hemat energi semakin relevan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi penggunaan energi dan keberlanjutan lingkungan. Penghematan energi kini tidak lagi dipandang sebagai upaya mengurangi kenyamanan, melainkan bagian dari gaya hidup modern yang lebih cerdas.
Head of Marketing Semen Merah Putih, Nyiayu Chairunnikma, mengatakan konsistensi menjadi faktor utama dalam membentuk kebiasaan hemat energi.
“Kesadaran itu penting, tetapi yang membuatnya berdampak adalah kebiasaan. Ketika langkah sederhana seperti mematikan lampu atau menggunakan energi seperlunya dilakukan setiap hari, di situlah perubahan besar mulai terbentuk,” kata Nyiayu dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.
Menurut dia, penerapan gaya hidup hemat energi dapat dimulai dari lingkungan rumah. Beberapa langkah sederhana antara lain memanfaatkan cahaya alami pada siang hari, mengatur suhu pendingin ruangan pada kisaran 24-26 derajat Celsius, serta mematikan perangkat elektronik saat tidak digunakan.
Selain itu, penggunaan perangkat elektronik hemat energi dan desain rumah dengan ventilasi serta pencahayaan optimal juga dinilai dapat membantu menekan konsumsi listrik.
Nyiayu menuturkan, kebiasaan hemat energi juga dapat diterapkan dalam aktivitas di luar rumah. Misalnya, memilih berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum untuk perjalanan jarak dekat hingga menengah.
Langkah lain yang dapat dilakukan adalah menggabungkan beberapa aktivitas dalam satu perjalanan, mengaktifkan mode hemat daya pada gawai, serta membawa botol minum untuk mengurangi penggunaan produk sekali pakai.
Menurut Nyiayu, praktik-praktik sederhana tersebut akan memberikan dampak signifikan apabila dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.
Ia menambahkan, kolaborasi antara masyarakat dan pelaku industri menjadi faktor penting untuk memperluas penerapan gaya hidup hemat energi.
“Edukasi yang berkelanjutan serta solusi yang relevan diyakini mampu menjadikan hemat energi sebagai kebiasaan yang semakin luas diterapkan,” ujarnya.
Nyiayu menegaskan, hemat energi bukan sekadar membatasi penggunaan, melainkan memilih pola hidup yang lebih efisien, nyaman, dan berkelanjutan.
Baca juga :



