Search
Close this search box.

Resensi Buku: Membaca, Merespon dan Menggunakan Sastra Anak Panduan bagi Guru & Orang Tua

Sastra adalah karya seni yang menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Bahasa dan sastra tidak dapat dipisahkan. Pemahaman tentang sastra memberikan dampak yang mendalam pada berbagai aspek kehidupan manusia.

Melalui pendidikan sastra, pembaca dapat memahami berbagai nilai kehidupan, termasuk nilai moral, sosial, dan budaya. Pembaca juga dapat mengembangkan empati dan simpati terhadap orang lain melalui karya sastra. Singkatnya, sastra untuk menginspirasi rasa empati, keingintahuan, dan pengambilan perspektif, serta membina lingkungan literasi.

Apa relevansi sastra bagi generasi millenial ke bawah? Dilansir dari timesindonesia.co.id, generasi muda sangat membutuhkan kemampuan literasi untuk mewujudkan kemajuan dalam berbagai bidang. Melalui sastra, generasi millennial bisa mengakses secara luas terkait dengan isu-isu sosial, politik maupun lainnya yang dapat menunjang kemajuan bangsa. Dengan belajar sastra maka akan banyak wawasan yang akan diperoleh.

Karya sastra yang ditulis biasanya memiliki gaya bahasa tersendiri. Melalui gaya bahasa tersebut, generasi millennial diasah untuk mampu kritis dalam mengeksplore karya sastra.

Bagaimana dengan sastra anak?

Buku berjudul Membaca, Merespon Dan Menggunakan SASTRA ANAK Panduan bagi Guru & Orang Tua karya Widyastuti Purbani, dosen Sastra Inggris Universitas Negeri Yogyakarta dan pengembang Center for Children ‘s Literature and Literacy Education (CCLLE) beserta Laura Apol, associate professor di bidang literasi dan kurikulum di College of Education Departement of Teacher Education at Michigan University, yang diterbitkan bulan Februari 2026 mencoba memberi perspektif tentang sastra anak.

Di bab awal buku Sastra Anak ini, penulis mempertanyakan apa sebenarnya sastra anak karena selama bertahun-tahun para ahli telah berusaha mendefinisikan sastra anak secara tepat namun hingga saat ini, definisi yang sempurna masih tetap belum dicapai mengingat semua aspek sastra anak terus menerus berubah dan berkembang.

Setiap definisi yang ada bersifat sementara, oleh karenanya, penulis buku tidak ingin menjanjikan pemahaman ataupun penjelasan tentang sastra anak namun mencoba untuk menawarkan perspektif alternatif untuk meningkatkan kesadaran perlunya eksplorasi berkelanjutan terhadap sastra anak.

Kita ketahui karya sastra anak yang dianggap terbaik di dunia saat ini bisa disebut seperti The Very Hungry Caterpillar, Harry Porter, A Wrinkle in Time, Charlotte’s Web, Where The Wild Things Are yang rerata ditulis oleh orang dewasa. Meskipun ada juga sastra anak yang ditulis oleh anak-anak seperti Eragon karya Christopher Paolini (15th). Di Indonesia kita kenal Abinaya Ghina dengan salah satu karyanya Aku Radio Bagi Mamaku.

Yang dipertanyakan oleh penulis adalah, apakah buku sastra anak harus ditulis oleh anak? Apakah sastra anak harus tentang anak-anak? Apakah sastra anak selalu memberdayakan anak? Apa saja karakteristik umum sastra anak? Apakah sastra anak harus menghindari kompleksitas? Siapakah anak dalam sastra anak?

Mereka berpendapat bahwa secara umum, sastra memiliki begitu banyak manfaat bagi anak-anak dalam membentuk cara pandang mereka terhadap dunia. Meskipun dirancang untuk pembaca muda yang belum banyak pengalaman, sastra anak tidak harus menjadi sesuatu yang sederhana atau terbatas pada tema yang lurus dan mudah dipahami.

Misi utama pada sastra anak adalah menawarkan kesenangan sekaligus memberdayakan anak-anak. Menginspirasi rasa ingin tahu, kreativitas, pemikiran kritis dan eksplotasi aktif. Sastra anak harus dirancang agar dapat diakses dengan mudah oleh anak-anak.

Buku ini terstruktur dalam sebelas bagian yakni : 1. Apa Sastra Anak?; 2. Sastra Anak, Membaca dan Literasi; 3. Kesenangan dalam Sastra Anak; 4. Genre Fiksi; 5. Non Fiksi; 6. Puisi dan Anak-Anak; 7.Buku Bergambar dan Novel Grafis, 8.Tema-tema Kontemporer dalam Sastra Anak; 9.Sastra Anak Global; 10.Membaca Sastra Anak Secara Kritis serta Memilih dan Menggunakan Sastra Anak.

Masing-masing bagian memandu pembaca untuk mengetahui tentang insight seputar sastra anak termasuk genre, tema-tema klasik maupun kontemporer serta membaca secara global dan kritis.

Memilih dan Menggunakan Sastra Anak menjadi bagian penutup dari buku ini. Ini adalah komponen kunci dari panduan menggunakan sastra anak tetapi dalam bentuk buku. Dalam sampul buku dituliskan bahwa buku ini ditujukan bagi guru dan orang tua sebagai panduan.

Tentunya untuk menjadikan sastra anak yang hebat sebagai pusat pedagogi literasi mereka. Meskipun ditujukan nagi guru dan orang tua, pembaca umumpun akan tertarik untuk mengikuti paparan dari bagian satu ke bagian – bagian berikutnya karena penyampaiannya renyah, enak diikuti.

Secara sistematika dan muatan-muatan isi buku ini terorganisasi dengan baik, tetapi tujuan serta sasaran yang ingin penulis capai dalam membaca buku Sastra Anak ini tidak terungkap. Selain itu, para penulis seyogyanya memaparkan output yang akan diperoleh pembaca dengan membaca buku ini.

    Buku Sastra Anak ini juga tidak ada kata pengantar ataupun bab pendahuluan yang memberi arah ketertarikan pembaca. Langsung masuk Daftar Isi kemudian Bagian 1 dan seterusnya.

    Kata pengantar pada sebuah buku bagaikan ‘welcoming part” untuk mengajak pembaca menjelajahi isi buku dan mungkin mengekspresikan setiap perasaan, setiap cerita pada bab-bab yang ada.

    Secara keseluruhan, buku Sastra Anak ini relevan untuk memperkaya khasanah dunia pustaka sastra. Di saat sekolah semakin banyak mewajibkan kurikulum terstruktur, dengan sistem penilaian berbasis komputer, kehadiran buku-buku baru akan menghidupkan praktik literasi penting.

    Mengutip kata-kata Erika Thulin Dawes, dkk dalam bukunya Reading With Purpose: Selecting and Using Children’s Literature for Inquiry and Engagement : “Setelah berada di tangan pembaca, sebuah buku yang hebat dapat menginspirasi pembaca untuk lebih berempati kepada teman yang sedang menderita, untuk mengajukan pertanyaan besar tentang apa yang terjadi dan mengapa, untuk lebih memperhatikan dunia alam, atau untuk mengambil perspektif baru yang membantu menciptakan dunia yang lebih baik”.

    Reviewer : Retno Intani ZA – praktisi media & akademisi

    Judul Buku: Membaca, Merespon dan Menggunakan Sastra Anak Panduan bagi Guru & Orang Tua

    Penulis : Widyastuti Purbani, Laura Apol Penerbit : Cantrik Pustaka, Yogyakarta Jumlah halaman : 188

    Tahun Penerbitan : 2026 ISBN: 978-623-139-111-7

    Artikel Terkait

    Berita Sebelumnya