Search
Close this search box.

Natalia Tjahja Siapkan 3.000 Pesan Inspiratif untuk Atlet Asian Para Games 2026

Pendiri 100 CTFP Natalia Tjahja bersama Bussiness Leader 100 CTFP Indonesia 2026 Siti Marifah Ma'ruf Amin dan Lead Women of Influence 100 CTFP Asean 2026 Jenny O saat berdialog di RRI.

Nagoya, SenayanTalks – Ajang Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, tidak hanya menjadi arena kompetisi bagi ribuan atlet difabel Asia. Perhelatan yang berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 itu juga akan menjadi panggung peluncuran lagu anthem Asian Paralympic Committee (APC) sekaligus penyebaran ribuan pesan inspiratif bagi para atlet peserta.

Asian Para Games ke-5 tersebut akan digelar di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, dengan melibatkan sekitar 3.000 atlet dari 45 negara Asia. Panitia memperkirakan acara tersebut akan disaksikan sekitar 100 ribu penonton.

Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah diperkenalkannya lagu anthem resmi APC yang liriknya diciptakan oleh Natalia Tjahja dan musiknya digarap musisi Indonesia, Dwiki Dharmawan.

Bersamaan dengan itu, gerakan kemanusiaan 100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP) akan mendistribusikan ribuan kartu berisi pesan motivasi dari tokoh dunia kepada para atlet difabel yang berlaga.

“Dengan izin Tuhan, ribuan kartu 100 CTFP akan hadir di acara ini untuk membawa kebahagiaan bagi atlet-atlet difabel melalui pesan cinta kasih dari para tokoh dunia,” kata pendiri 100 CTFP, Natalia Tjahja, dalam keterangannya.

Gerakan Global untuk Atlet Difabel

100 CTFP merupakan program yang mengumpulkan pesan inspiratif dari berbagai tokoh dunia untuk atlet difabel. Setiap kartu memuat tiga pesan yang ditujukan untuk memberikan dukungan moral kepada para atlet.

Menurut Natalia, hingga pertengahan 2026, sebanyak 654 tokoh dunia dari berbagai negara telah bergabung dalam gerakan tersebut. Mereka berasal dari kalangan keluarga kerajaan, pemimpin bisnis, pejabat olahraga, seniman, jurnalis, hingga aktivis kemanusiaan.

Program ini pertama kali diluncurkan di Singapura pada Juli 2025. Saat peluncuran, sebanyak 14 atlet difabel berparade menggunakan mobil Ferrari bersama 14 pemilik Ferrari dalam sebuah kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan apresiasi terhadap atlet penyandang disabilitas.

Natalia mengatakan tiga pesan pertama dalam program tersebut berasal dari Presiden International Paralympic Committee (IPC), Andrew Parsons.

Ia menyebut dukungan terhadap program terus mengalir dari berbagai tokoh internasional, termasuk Putri Euphelma Choden Wangchuck dari Bhutan, Presiden National Paralympic Committee (NPC) Thailand Naiyanobh Bhirombhakdi, Presiden NPC India Deepa Malik, serta Direktur Utama Cavallino Motors Ferrari Thailand Bing Bhirombhakdi.

Libatkan Tokoh Dunia dan Figur Indonesia

Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, 100 CTFP berkembang menjadi gerakan global yang melibatkan ratusan tokoh dari berbagai negara.

Di Indonesia, sejumlah figur publik yang telah bergabung antara lain Raja Sapta Oktohari, Siti Ma’rifah Ma’ruf Amin, Gusti Bhre Mangkunegara, Dwiki Dharmawan, Richard Sam Bera, Marcelino Lefrandt, Acha Septriasa, Samuel Rizal, Ranty Purnamasari, dan sejumlah tokoh lainnya.

Natalia juga mengapresiasi peran seniman Jepang Maki Starfield yang berhasil mengajak sekitar 70 tokoh dunia untuk berpartisipasi dalam gerakan tersebut.

“Maki Starfield adalah bagian dari tim 100 CTFP Jepang dan menjabat sebagai Lead Women of Influence 100 CTFP Japan 2026,” ujarnya.

Siapkan 3.000 Pesan untuk Atlet dari 45 Negara

Saat ini, organisasi MMLWF bekerja sama dengan Asian Paralympic Committee (APC) dan penyelenggara Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 untuk mengembangkan program 100 CTFP dalam lingkup yang lebih luas.

Natalia mengungkapkan pihaknya tengah mengumpulkan sekitar 3.000 pesan inspiratif dari tokoh-tokoh Asia yang berasal dari 45 negara peserta Asian Para Games.

“Terima kasih kepada Tuhan, saya sedang mengumpulkan 3.000 pesan dari tokoh-tokoh Asia di 45 negara untuk 100 CTFP Asian Para Games Aichi Nagoya 2026,” kata Natalia.

Dukungan juga datang dari Presiden Singapore National Paralympic Council (SNPC), Teo-Koh Sock Miang. Ia menilai semangat yang dibawa 100 CTFP sejalan dengan nilai-nilai Gerakan Paralimpik yang menekankan keberanian, ketekunan, dan solidaritas antarbangsa.

Asian Para Games 2026 menjadi momentum penting bagi komunitas olahraga disabilitas Asia. Selain menghadirkan persaingan olahraga, ajang ini juga diharapkan memperkuat kampanye inklusi dan penghormatan terhadap atlet difabel melalui berbagai inisiatif sosial yang menyertainya.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya