Search
Close this search box.

ISOG Capai Gas Pertama Lapangan Karamba Kalimantan Timur

ISOG targetkan produksi gas Lapangan Karamba di Kalimantan Timur mencapai 4 MMscfd dan akan memasok kebutuhan energi Kilang Balikpapan. (FOTO: SKK Migas)

Balikpapan, SenayanTalks – PT Indo Sino Oil dan Gas (ISOG) berhasil mencapai gas pertama (first gas) dari Lapangan Karamba yang berada di Wilayah Kerja Wain PSC, Kalimantan Timur.

Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan lapangan gas onshore di Kalimantan Timur sekaligus memperkuat pasokan gas domestik untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

Direktur Utama ISOG Tang Zhongfu mengatakan, Lapangan Karamba akan memulai produksi awal sebesar 4 juta standar kaki kubik gas per hari (MMscfd). Produksi tersebut ditargetkan meningkat hingga mencapai tingkat produksi stabil atau plateau sebesar 7,35 MMscfd pada kuartal IV 2026.

Gas yang dihasilkan dari lapangan tersebut akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan energi Kilang Unit V Balikpapan melalui kerja sama pemanfaatan infrastruktur dengan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

“Pencapaian Gas Pertama Lapangan Karamba merupakan wujud komitmen ISOG untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumber daya gas yang cepat, efisien, dan berkelanjutan,” kata Tang dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).

Menurut dia, Karamba merupakan proyek gas pertama ISOG di Kalimantan Timur yang dikembangkan menggunakan skema fast-track development. Proyek tersebut diselesaikan dalam waktu 25 bulan sejak kontrak Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) diberikan pada April 2024.

Lapangan Karamba memiliki cadangan gas sebesar 64,4 miliar kaki kubik (Bscf) berdasarkan kategori proven and probable reserves (2P). Pengembangannya mencakup re-entry sumur KUD-1, pengeboran dua sumur pengembangan baru, pembangunan Central Processing Facility (CPF), pembangunan pipa gas sepanjang 16,3 kilometer, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Sebelum memasuki fase produksi, sumur KUD-1 mencatat hasil uji produksi dengan laju alir gas mencapai 9,5 MMscfd. Hasil tersebut dinilai menunjukkan potensi reservoir yang kuat untuk mendukung keberlanjutan produksi lapangan dalam jangka panjang.

Selain meningkatkan pasokan gas domestik, proyek ini juga diharapkan memberikan nilai tambah melalui optimalisasi infrastruktur yang telah tersedia, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, serta pembukaan peluang pengembangan lapangan migas baru di wilayah onshore Cekungan Kutai.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengapresiasi keberhasilan ISOG dalam mencapai first gas Lapangan Karamba sesuai target yang telah ditetapkan.

“SKK Migas mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak sehingga Proyek Karamba dapat mencapai Gas Pertama dengan cepat dan selamat. Kami berharap produksi dari Lapangan Karamba dapat mencapai target dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi gas nasional,” ujar Djoko.

Ia menambahkan, keberhasilan proyek tersebut menunjukkan bahwa sinergi antara kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), pemerintah, dan pemanfaatan infrastruktur eksisting dapat mempercepat monetisasi sumber daya migas sekaligus meningkatkan efisiensi investasi.

Proyek Karamba mulai memasuki tahap commissioning pada 17 Juni 2026 dan dijadwalkan mulai beroperasi (onstream) pada 24 Juni 2026. Pengembangan lapangan ini diharapkan menjadi salah satu fondasi penting bagi peningkatan produksi gas di Kalimantan Timur di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya