Jakarta, SenayanTalks — Program 100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP) mendapat dukungan dari sedikitnya 14 National Paralympic Committee (NPC) dan Majlis Sukan Negara (MSN) Malaysia.
Program yang menghadirkan pesan dari tokoh publik dan figur dunia untuk atlet paralimpik tersebut dinilai mampu memberikan motivasi tambahan bagi atlet menjelang Asian Para Games Aichi-Nagoya.
Perwakilan MSN Malaysia untuk bidang paralimpik, Shukri Hasan, mengatakan konsep 100 CTFP sederhana, tetapi memiliki dampak emosional bagi atlet.
“Programnya simple, tetapi sangat mengena di hati atlet difabel. Saya juga senang melihat atlet paralimpik berbahagia mendapat kartu 100 CTFP. Ini menjadi booster buat mereka untuk Asian Para Games Aichi-Nagoya.”
Dukungan tersebut terlihat dalam kegiatan yang digelar di Kompleks Paralimpik MSN Kampung Pandan, Malaysia.
Salah satu atlet yang menerima kartu 100 CTFP adalah Nur Asyku Zaimi, peraih gelar Boccia Champion BC3 di Seoul.
Kartu tersebut diberikan langsung oleh Natalia Tjahja, kreator 100 CTFP. Kartu itu berisi pesan dari tokoh dunia yang ditujukan kepada atlet paralimpik.
Nur Asyku mengaku terharu mendapat pesan dari Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee (IPC).
“Sungguh senangnya hati saya. Saya bisa mendapat pesan istimewa dari kartu 100 CTFP dari Mr. Andrew Parsons. Ia seorang yang luar biasa di hati saya.”
Hal serupa dirasakan atlet para-renang Malaysia, Abd Halim bin Mohammad. Ia menerima kartu 100 CTFP berisi pesan dari artis Gladys Lazarus.
Menurut Abd Halim, pesan tersebut sesuai dengan perjalanan yang telah dilaluinya sebagai atlet paralimpik.
“Hati saya sangat tersentuh mendapat pesan kartu 100 CTFP dari artis Gladys Lazarus. Ini sesuai dengan perjalanan paralimpik saya. Kartu ini menjadi motivasi untuk saya bisa meraih medali di Asian Para Games Nagoya nanti.”
Antusiasme atlet bahkan terlihat ketika salah seorang atlet meminta Natalia mempertemukannya dengan Marcelino Lefrandt, yang namanya tercantum dalam kartu 100 CTFP, jika dirinya berhasil meraih medali dan berkunjung ke Indonesia.
Natalia mengatakan kartu tersebut mendapat respons positif dari atlet, pelatih, dan pengurus olahraga paralimpik.
“Semua atlet paralimpik, pemimpin dan para pelatih juga bahagia dengan kartu 100 CTFP,” ujar Natalia.
Dukungan dari Berbagai Negara
Dukungan terhadap 100 CTFP juga datang dari sejumlah NPC di Asia.
Sekretaris Jenderal NPC Filipina, Godofredo “Goody” Custodio, mengirimkan dokumentasi atlet para-renang Filipina, Ernie Gawilan dan Muhaimen Ulag, saat menerima kartu 100 CTFP.
Ernie Gawilan dikenal sebagai peraih sejumlah medali emas, sedangkan Muhaimen Ulag merupakan penyumbang medali perak dan perunggu bagi Filipina.
Custodio menyampaikan kegembiraannya melihat kedua atlet tersebut antusias menerima kartu 100 CTFP.
Di Maladewa, Sekretaris Jenderal NPC Maldives Ahmed Mohamed juga menyambut positif program tersebut. NPC Maldives tengah menunggu jadwal kegiatan bersama Menteri Pemuda dan Olahraga untuk mengumpulkan atlet dan membagikan kartu 100 CTFP.
Dukungan juga disampaikan Presiden NPC Sri Lanka, Letnan Kolonel Deepal.
“Program 100 CTFP ini sangat bagus buat atlet difabel dan saya support.”
Dari Singapura, Sekretaris Jenderal NPC Singapura Leslie Lee mengirimkan foto bersama atlet boccia Aloysius Gan yang menerima kartu 100 CTFP.
Sementara itu, atlet para-renang India, Suyash Narayan Jadhav, juga menerima kartu tersebut saat menjalani latihan. Jadhav merupakan salah satu atlet para-renang India yang telah mengoleksi banyak medali.
Sejumlah NPC yang telah menyatakan dukungan terhadap 100 CTFP antara lain Singapura, Malaysia melalui MSN, Thailand, Filipina, Kamboja, Brunei Darussalam, Chinese Taipei, India, Pakistan, Sri Lanka, Bhutan, Timor-Leste, dan Nepal.
Presiden NPC Thailand Naiyanobh Bhirombhakdi juga menyatakan dukungan terhadap pemberian kartu 100 CTFP kepada atlet paralimpik Thailand.
Natalia mengatakan dukungan terhadap program tersebut masih berpotensi bertambah. Salah satu konfirmasi terbaru datang dari NPC Hong Kong.
Kartu Pesan untuk Atlet Paralimpik
Menurut Natalia, 100 CTFP dirancang untuk menghadirkan sosok yang menjadi idola atau sumber inspirasi bagi atlet paralimpik.
Para atlet, kata dia, selama ini menjalani rutinitas yang tidak ringan, mulai dari latihan hingga mengikuti berbagai pertandingan. Karena itu, pesan personal dari tokoh yang mereka kagumi diharapkan dapat memberikan dorongan psikologis.
Program tersebut juga mendapat dukungan dari Andrew Parsons yang disebut sebagai salah satu figur penting dalam gerakan paralimpik dunia.
Natalia mengaku tidak menyangka kartu 100 CTFP mendapat respons luas dari komunitas paralimpik di berbagai negara.
“Sungguh tidak menyangka, Tuhan bekerja, kartu 100 CTFP bisa menjadi booster, menjadi motivasi, sekaligus menjadi kartu kebahagiaan bagi para atlet,” ujar Natalia.
Baca juga :
