Jakarta, SenayanTalks — Gerakan kemanusiaan global 100 CTFP (100 Celebrities Talk for Para Athletes) terus memperluas kampanye inklusi bagi atlet difabel. Gerakan yang digagas Natalia Tjahja melalui Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF) itu kini telah melibatkan 652 tokoh dari berbagai negara.
100 CTFP pertama kali diluncurkan di Ital Auto Singapura pada 11 Juli 2025. Gerakan tersebut dikembangkan sebagai gerakan kemanusiaan tanpa anggaran dan tanpa kepentingan komersial atau zero-cost movement.
Gerakan ini diawali tiga pesan dari Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee (IPC). Ketiga pesan tersebut menjadi landasan kampanye 100 CTFP untuk mendorong inklusi melalui olahraga.
Pesan tersebut berbunyi, “There is strength in difference. Diversity is a fact; inclusion is a choice. The Paralympic Games is the most transformational sport event on earth.”
Natalia Tjahja membangun gerakan tersebut melalui MMLWF dengan misi memberikan dukungan, kebahagiaan, dan cinta kepada para atlet difabel di berbagai belahan dunia.
Hingga kini, 652 tokoh telah berpartisipasi menyampaikan pesan dukungan untuk atlet paralimpik melalui gerakan tersebut.
Tiga Aktor Tiongkok Bergabung
Perkembangan 100 CTFP di kawasan Asia dan sepanjang Jalur Sutera turut mendapat dukungan dari penyair Tiongkok, Cao Shui. Salah satu tokoh kehormatan gerakan itu mengajak tiga aktor Tiongkok bergelar National First-Class Actor untuk menyampaikan pesan bagi atlet paralimpik.
Ketiga aktor tersebut adalah Tang Guoqiang, Hou Tianlai, dan Hou Yong.
Tang Guoqiang merupakan aktor senior Tiongkok yang dikenal melalui sejumlah produksi film dan serial sejarah. Dalam gerakan 100 CTFP, ia menyampaikan pesan, “Striving stems from original aspiration; forging ahead creates greatness.”
Pesan tersebut bermakna bahwa perjuangan berakar dari cita-cita awal dan langkah maju akan melahirkan pencapaian besar.
Aktor kedua, Hou Tianlai, menyampaikan pesan, “Courage yields results, and fearlessness makes a hero.” Pesan tersebut menekankan pentingnya keberanian dan sikap pantang takut dalam menghadapi tantangan.
Sementara Hou Yong menyampaikan pesan, “Strength comes from confidence; striving is the very essence.” Pesan tersebut menempatkan kepercayaan diri dan perjuangan sebagai sumber kekuatan.
Keterlibatan tiga aktor tersebut memperluas pesan 100 CTFP melalui pendekatan kebudayaan, terutama dengan mempertemukan sastra, seni peran, dan kampanye inklusi bagi penyandang disabilitas.
Presiden IPC Berikan Dukungan
Gerakan 100 CTFP juga memperoleh dukungan dari Andrew Parsons. Dalam rangka menyambut satu tahun perjalanan gerakan tersebut, Presiden IPC itu menyampaikan dukungan melalui pidato resmi.
“It is an honor I can lend my support to 100 CTFP, its mission aligns with IPC,” ujar Parsons.
Menurut pernyataan tersebut, misi 100 CTFP dinilai sejalan dengan IPC, terutama dalam mendorong dunia yang lebih inklusif melalui olahraga.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan gerakan yang sejak awal menjadikan pesan tokoh olahraga difabel dunia sebagai pijakan kampanye.
Sebagai bentuk penghargaan, Natalia Tjahja memberikan Kartu Legacy 100 CTFP dengan nomor seri 0001 kepada Andrew Parsons. Pemberian kartu tersebut merupakan penghormatan atas dukungan Parsons terhadap gerakan 100 CTFP serta kiprahnya dalam memimpin gerakan olahraga paralimpiade dunia.
Gerakan 100 CTFP menempatkan pesan dari tokoh publik sebagai medium untuk membangun kesadaran mengenai kesetaraan dan inklusi. Dengan keterlibatan ratusan tokoh dari berbagai negara, kampanye tersebut diarahkan untuk terus memperluas dukungan terhadap atlet difabel di tingkat global.
Baca juga :



