Jakarta, SenayanTalks – Ratusan ilmuwan dan intelektual publik yang tergabung dalam Forum Intelektual Antardisiplin (FIAD) bersama Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyelenggarakan forum diskusi menyoroti permasalahan bangsa. Forum ini membahas berbagai krisis yang berpotensi dihadapi Indonesia serta menegaskan pentingnya kebijakan berbasis riset ilmiah.
Forum bertajuk “Intelektual Antardisiplin Berbicara tentang Indonesia Hari Ini” ini menekankan bahwa pertemuan para akademisi bukanlah aktivitas politik praktis, melainkan bagian dari gerakan moral yang menjadi mandat universitas sebagai institusi ilmiah.
Para peserta menyoroti bahwa universitas memiliki peran strategis dalam memproduksi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kajian sosial untuk kepentingan masyarakat. Selain itu, universitas juga berfungsi membangun budaya berpikir rasional serta berkontribusi dalam penyelesaian persoalan publik.
Dalam diskusi, ilmuwan menilai bahwa berbagai rekomendasi berbasis riset kerap diabaikan dalam proses pengambilan kebijakan. Kondisi ini dinilai berisiko memicu krisis di berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga lingkungan hidup.
Forum akademik FKUI mengidentifikasi sedikitnya tujuh krisis yang berpotensi dihadapi Indonesia ke depan, yaitu krisis ekonomi, pangan, kesehatan, energi dan sumber daya alam, hukum, sosial-budaya, serta tantangan di sektor pendidikan tinggi.
Para akademisi menekankan bahwa krisis tersebut perlu diantisipasi melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis data serta bukti ilmiah.
Dorong Kolaborasi dan Pengetahuan Lokal
Selain itu, forum juga mendorong penguatan kolaborasi antara ilmuwan, pemerintah, dan masyarakat dalam kerangka penta helix. Pendekatan ini dinilai penting untuk menghasilkan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.
Masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan pengetahuan lokal dalam menghadapi krisis, seperti dalam pengelolaan pangan dan energi. Pengetahuan tradisional dinilai dapat menjadi solusi alternatif yang dikombinasikan dengan sains modern.
Hasil forum ini diharapkan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Forum menegaskan bahwa sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi krisis multidimensi di Indonesia.
Baca juga :



