Search
Close this search box.

Pengurus Rohis SMA Diajak Mengenal Lebih Dalam Ekonomi Syariah

Ilustrasi pelatihan kreator konten bagi pengurus Rohis guna memperkuat kepemimpinan, literasi digital, dan ekonomi syariah. (FOTO: ANTARA)

Denpasar, SenayanTalks – Kementerian Agama bekerja sama dengan Bank Indonesia melatih pengurus Rohani Islam (Rohis) SMA dan SMK dari 34 provinsi agar mampu menjadi kreator konten digital yang menyebarkan nilai-nilai Islam moderat sekaligus meningkatkan literasi ekonomi syariah di kalangan generasi muda.

Pelatihan bertajuk Training of Trainer (ToT) Youth Content Creator Rohis Indonesia itu berlangsung di Badung, Bali, pada 23–25 Juni 2026. Program ini merupakan kolaborasi Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia.

Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, M. Munir, mengatakan pengurus Rohis memiliki peran strategis dalam membentuk karakter pelajar sekaligus menjadi penyebar narasi keislaman yang moderat di ruang digital.

“Pengurus Rohis harus menjadi agent of change, agent of development, dan agent of control. Mereka harus mampu menjadi agen perubahan yang positif, terus mengembangkan kapasitas diri, serta mampu memberikan kontrol terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial,” kata Munir dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut Munir, kemampuan memanfaatkan media digital menjadi kebutuhan bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi. Karena itu, pengurus Rohis didorong memiliki keterampilan komunikasi digital agar mampu menghasilkan konten keislaman yang edukatif, menyejukkan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga menilai pemahaman mengenai ekonomi dan keuangan syariah perlu diperkuat sebagai bekal bagi generasi muda dalam mendukung pengembangan industri halal nasional.

Sementara itu, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Moh. Nuryazidi, mengatakan Indonesia saat ini menempati peringkat keempat dalam industri ekonomi syariah global berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report, setelah Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Menurut dia, capaian tersebut didukung oleh perkembangan sektor fesyen muslim, makanan halal, serta media dan rekreasi halal.

Nuryazidi mengatakan media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.

“Sekarang kekuatan itu bukan cuma di perusahaan besar atau pemerintah, tapi juga ada di media sosial kalian. Satu konten yang kalian bikin bisa dilihat ribuan bahkan jutaan orang. Itu bisa menjadi pintu bagi masyarakat untuk mulai memahami ekonomi syariah,” ujarnya.

Ia menilai pengurus Rohis memiliki peluang menjadi penggerak literasi ekonomi syariah melalui penyebaran konten mengenai gaya hidup halal, kewirausahaan syariah, serta berbagai peluang di industri halal.

Selama tiga hari pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai kepemimpinan di era digital, strategi komunikasi publik, pengelolaan media sosial, ekonomi dan keuangan syariah, gaya hidup halal, tren digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) dalam produksi konten. Mereka juga mengikuti praktik pembuatan konten media sosial secara individu maupun kelompok.

Kementerian Agama dan Bank Indonesia berharap pelatihan tersebut melahirkan generasi pengurus Rohis yang memiliki kepemimpinan kuat, kecakapan digital, serta pemahaman ekonomi syariah. Selain itu, para peserta diharapkan mampu memperkuat penyebaran narasi keislaman yang moderat, inklusif, sekaligus meningkatkan literasi ekonomi syariah di kalangan pelajar dan masyarakat luas.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya