Search
Close this search box.

RUPST WSBP 2026: Fokus Efisiensi dan Diversifikasi Bisnis

Jakarta, SenayanTalks – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Jumat (22/5/2026). Dalam rapat tersebut, perseroan menegaskan fokus penguatan bisnis melalui efisiensi operasional, restrukturisasi keuangan, hingga diversifikasi usaha baru.

Di tengah tantangan industri konstruksi dan dinamika proyek infrastruktur nasional, WSBP mencatat Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp 1,53 triliun sepanjang 2025. Sebanyak 70,33% kontrak tersebut berasal dari pelanggan eksternal yang mencakup sektor pemerintah, BUMN, dan swasta.

Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto mengatakan perseroan terus menjalankan strategi bisnis secara selektif dan prudent guna menjaga keberlangsungan usaha.

“WSBP terus berupaya menjaga kinerja usaha melalui pengelolaan operasional yang lebih efisien, penguatan arus kas, serta fokus pada proyek-proyek yang memiliki kualitas dan potensi yang baik,” ujar Fandy dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).

Sepanjang 2025, WSBP terlibat dalam sejumlah proyek strategis nasional. Pada lini bisnis beton precast, perseroan memasok produk untuk proyek Jalan Tol Palembang-Betung Seksi 1 dan 2, pembangunan Sekolah Rakyat Sumatra Selatan, proyek New Priok Eastern Access (NPEA), hingga proyek UCC Tangguh.

Sementara itu, pada bisnis beton readymix, WSBP menyuplai kebutuhan beton untuk proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi 3A dan 3B, Bendungan Bener, serta pembangunan kawasan yudikatif Ibu Kota Nusantara (IKN) yang meliputi Gedung MPR, Gedung DPR 1 dan 2, serta Gudang DPD.

Adapun pada lini jasa konstruksi, perseroan tengah mengerjakan pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Madura (POLTERA) dan Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana Bali.

Selain fokus pada operasional, WSBP juga memperkuat implementasi tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG). Perseroan mencatat peningkatan skor GCG menjadi 85,44 dari sebelumnya 84,07 pada 2024.

“Peningkatan skor GCG ini mencerminkan komitmen WSBP dalam memperkuat tata kelola perusahaan sebagai fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis,” kata Fandy.

Sebagai bagian dari strategi penguatan bisnis, WSBP juga berencana menambah kegiatan usaha baru berupa jasa laboratorium uji beton serta jasa penyewaan aset dan alat konstruksi.

Langkah diversifikasi tersebut dilakukan untuk mendukung transformasi perusahaan menjadi one stop solution di industri beton terintegrasi, konstruksi modular, dan peralatan pendukung.

Rencana penambahan usaha itu telah melalui studi kelayakan oleh penilai independen dan akan dimintakan persetujuan dalam RUPS kedua sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan sebagai bagian dari langkah penguatan organisasi dan transformasi bisnis perusahaan ke depan.

Susunan Dewan Komisaris & Direksi Sebelum RUPST
Susunan Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Indra Utama
Komisaris Independen : Ahmad Subagya
Komisaris Independen : Heri Sebayang

Susunan Dewan Direksi
Direktur Utama : Anak Agung Gede Sumadi
Direktur Keuangan, HCM, dan Manajemen Risiko : Koento Wahyudiat

Susunan Dewan Komisaris & Direksi Setelah RUPST
Susunan Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Indra Utama
Komisaris Independen : Ahmad Subagya
Komisaris Independen : Heri Sebayang

Susunan Dewan Direksi
Direktur Utama : Anak Agung Gede Sumadi
Direktur Keuangan, HCM, dan Manajemen Risiko : Koento Wahyudiat
Direktur Operasi : Lasino

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya