Search
Close this search box.

Menko Airlangga Temui Menlu China, Perkuat Kerja Sama Digital

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi untuk membahas peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, pengembangan kawasan industri, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). (FOTO: Ist)

Jakarta, SenayanTalks – Hubungan ekonomi Indonesia dan China kembali menguat. Dalam rangkaian pertemuan bilateral di Shanghai, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao untuk membahas peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, pengembangan kawasan industri, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Dalam pertemuan dengan Menlu China Wang Yi, pemerintah China menyampaikan apresiasi atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan Indonesia sebagai anggota pendiri (founding member) World Artificial Intelligence Cooperation Agency. Langkah tersebut dinilai memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan tata kelola dan kerja sama AI di tingkat global.

Selain isu teknologi, Wang Yi menegaskan posisi China sebagai mitra ekonomi strategis Indonesia. Nilai perdagangan kedua negara pada 2025 telah mencapai sekitar US$160 miliar, sementara investasi langsung China ke Indonesia mencapai sekitar US$8 miliar. Jika digabungkan dengan investasi melalui Hong Kong sebesar sekitar US$10 miliar, total investasi mencapai sekitar US$18 miliar.

Bahas Investasi Kawasan Industri

Dalam pertemuan terpisah dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao, Airlangga mengatakan kedua negara mengevaluasi implementasi sejumlah kerja sama ekonomi, termasuk tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) mengenai program Two Countries Twin Parks.

Menurut Airlangga, salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan kawasan industri di Batam yang menjadi salah satu pusat investasi perusahaan-perusahaan asal China.

“Kami membahas perkembangan kawasan industri di Batam karena ada sejumlah perusahaan China yang beroperasi di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan menginginkan fasilitas yang setara dengan kawasan KEK,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Shanghai, Jumat (17/7).

Ia mengatakan proyek yang masuk dalam kerja sama tersebut memiliki nilai investasi sekitar US$2,5 miliar dan diharapkan dapat mempercepat ekspansi industri manufaktur serta memperkuat rantai pasok antara Indonesia dan China.

Perdagangan RI-China Tembus US$173 Miliar

Airlangga menyebut China masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Nilai perdagangan bilateral Indonesia-China sepanjang 2025 mencapai US$167,48 miliar, dengan ekspor Indonesia ke China meningkat 16,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, perdagangan Indonesia dengan Hong Kong tercatat sekitar US$6 miliar. Dengan demikian, total perdagangan Indonesia dengan China dan Hong Kong mencapai sekitar US$173 miliar sepanjang 2025.

Dari sisi investasi, realisasi investasi asal China mencapai US$7,58 miliar, sedangkan Hong Kong berkontribusi US$10,1 miliar. Secara keseluruhan, investasi dari China dan Hong Kong mencapai sekitar US$18 miliar, menjadikan keduanya sebagai sumber investasi asing terbesar bagi Indonesia.

Selain perdagangan dan investasi, Indonesia dan China juga membahas penguatan kerja sama sektor digital. Airlangga mengatakan kedua negara mengevaluasi kolaborasi di bidang industri berbasis teknologi, termasuk pengembangan ekosistem digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat transformasi digital nasional sekaligus menarik investasi pada sektor teknologi tinggi, manufaktur berbasis inovasi, serta ekonomi digital yang menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya