Search
Close this search box.

Tak Banyak yang Tahu, Ikon Jakarta Ini Dibangun Waskita

Waskita Karya mengungkapkan proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai senilai Rp4,1 triliun memasuki tahap penyelesaian. (FOTO: Waskita Karya)

Jakarta, SenayanTalks – PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengungkap perkembangan terbaru proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai. Proyek senilai Rp 4,1 triliun tersebut kini memasuki tahap penyelesaian dan digadang-gadang menjadi salah satu infrastruktur transportasi yang akan mengubah pola mobilitas warga ibu kota.

Jalur LRT yang menghubungkan Jakarta Timur dan Jakarta Pusat itu akan terintegrasi dengan Stasiun Manggarai, yang saat ini menjadi simpul transportasi terbesar di Indonesia. Kehadirannya diharapkan mendorong lebih banyak masyarakat beralih ke transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi karbon di kawasan metropolitan.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengatakan Jakarta memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, bisnis, dan ekonomi nasional. Karena itu, pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk menjaga daya saing kota.

“Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga episentrum pertumbuhan ekonomi nasional yang terus bergerak dan bertransformasi. Waskita merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Jakarta melalui berbagai karya infrastruktur yang mendukung mobilitas dan produktivitas masyarakat,” ujar Ermy dalam keterangan resmi.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan konektivitas fisik, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Bukan Cuma LRT

Di balik proyek LRT Jakarta yang hampir rampung, Waskita ternyata memiliki jejak panjang dalam pembangunan ibu kota selama lebih dari 50 tahun.

Salah satu karya yang kini menjadi ikon baru Jakarta adalah Halte Transjakarta Tosari di kawasan Bundaran HI. Dengan desain menyerupai kapal pesiar, halte tersebut tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang banyak dikunjungi masyarakat.

Selain itu, perseroan juga merevitalisasi sejumlah halte strategis seperti Dukuh Atas 1 dan Cikoko yang terintegrasi dengan jaringan LRT Jabodebek. Fasilitas ramah disabilitas, area komersial, dan ruang publik menjadi bagian dari konsep transportasi modern yang dikembangkan.

Kontribusi Waskita juga terlihat melalui pembangunan Stasiun BNI City yang menjadi salah satu akses utama masyarakat menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Deretan Ikon Jakarta

Tidak hanya membangun transportasi publik, Waskita turut membentuk wajah Jakarta melalui sejumlah landmark penting.

Beberapa di antaranya adalah Wisma 46 yang hingga kini masih menjadi salah satu gedung paling ikonik di Indonesia dengan ketinggian 262 meter. Perseroan juga membangun Plaza Mandiri yang kini bertransformasi menjadi Wisma Danantara Indonesia, kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Jejak Waskita juga hadir di Kompleks Bank Indonesia, Senayan City, Kota Kasablanka, Perpustakaan Nasional, Masjid Istiqlal, hingga Terowongan Silaturahmi.

“Tidak banyak yang mengetahui bahwa sejumlah ikon Jakarta tersebut merupakan bagian dari jejak karya Waskita. Ini menjadi bukti bahwa pembangunan bukan hanya soal konstruksi, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Ermy.

Dalam sektor kesehatan, perusahaan tercatat terlibat dalam pembangunan dan pengembangan sejumlah rumah sakit besar seperti RSUP Fatmawati, RSCM, RSUD Pasar Minggu, hingga RS Darurat Covid-19 Kemayoran yang berperan penting selama pandemi.

Siapkan Proyek Diplomasi Internasional

Saat ini Waskita juga tengah menyelesaikan pembangunan Kantor Kedutaan Besar India di Jakarta Selatan. Proyek tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat diplomasi internasional sekaligus menunjukkan kemampuan industri konstruksi nasional di mata dunia.

Ermy menegaskan, Waskita akan terus mendukung pembangunan Jakarta melalui berbagai proyek strategis yang berorientasi pada peningkatan konektivitas, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat.

“Selama lebih dari setengah abad, Waskita bertumbuh bersama Jakarta. Kami tidak hanya membangun gedung dan infrastruktur, tetapi juga ikut membangun masa depan kota yang menjadi pusat aktivitas ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya