Jakarta, SenayanTalks — Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kolaborasi humas pemerintah menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi digital. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Malam Anugerah Media Humas (AMH) 2025 yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) di Jakarta.
Mengangkat tema “Kolaborasi Humas, Satu Suara untuk Indonesia Maju”, Meutya menekankan bahwa peran humas pemerintah kini menjadi bagian integral dari pembangunan nasional. Menurutnya, humas tidak lagi sekadar pelengkap birokrasi, melainkan memainkan peran strategis dalam membangun narasi publik.
“Humas adalah navigator kepercayaan publik dan mercusuar kebenaran di tengah kebisingan informasi. Tugas kita bukan hanya menyebarkan informasi, tetapi membangun narasi yang substansial, kontekstual, dan berdampak,” ujar Meutya.
Meutya memberikan apresiasi kepada 8.392 pejabat fungsional pranata humas di seluruh Indonesia yang dinilai berhasil menjaga kredibilitas pemerintah di mata masyarakat. Ia menyoroti peningkatan Indeks Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, dari 69,75 pada 2023 menjadi 71,79 pada 2024.
“Selama kita konsisten dan berkolaborasi, tren ini akan terus naik. Kita bisa menjadi mercusuar kebenaran yang berdampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Menkomdigi juga mengajak seluruh pranata humas memperkuat kolaborasi dalam tiga dimensi yaitu hubungan vertikal antara pemerintah pusat dan daerah, horizontal antar instansi, dan kolaborasi dengan ekosistem digital.
“Kolaborasi tidak bisa hanya simbolik. Ia harus konkret, nyata, dan terstruktur agar pesan pemerintah dapat tersampaikan secara efektif,” tegasnya.
154 instansi ikut AMH 2025
Sebelumnya, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya, melaporkan bahwa AMH 2025 merupakan penyelenggaraan ke-18 sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja humas pemerintah. Tahun ini, 154 instansi dari pemerintah pusat dan daerah, BUMN/BUMD, serta perguruan tinggi negeri berpartisipasi untuk enam kategori lomba: Siaran pers (media online), Media sosial, Penerbitan media internal, Kampanye komunikasi publik, Website, dan Media audiovisual.
“Dari 190 instansi yang mendaftar, 154 lolos verifikasi dan dinilai oleh dewan juri independen dari berbagai media nasional dan akademisi,” kata Fifi.
Ia menegaskan bahwa AMH tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga ruang silaturahmi dan jejaring bagi insan humas agar semakin profesional dan solid.
Acara AMH 2025 turut dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, pimpinan kementerian/lembaga, BUMN, pemerintah daerah, hingga para pemimpin redaksi media nasional seperti Kompas, Katadata, Rakyat Merdeka, dan SCTV–Indosiar.
Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi resmi dan kredibel, AMH 2025 juga memberikan penghargaan khusus Citra Bakti Negara kepada Sekretariat Dukungan Kabinet atas performa komunikasi publik yang dinilai konsisten dan berintegritas. Penghargaan diterima oleh Thanon Aria Dewangga, Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Dukungan Kabinet Republik Indonesia.
Baca juga :



