Jakarta, SenayanTalks – Pemerintah Taiwan mendorong transformasi layanan kesehatan berbasis digital sebagai solusi menghadapi tantangan global seperti penuaan populasi dan keterbatasan tenaga kesehatan. Melalui visi “Healthy Taiwan”, negara tersebut mengembangkan sistem layanan kesehatan pintar berbasis big data, kecerdasan buatan (AI), dan komputasi awan.
Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan Shih Chung-liang menjelang pelaksanaan World Health Assembly 2026 di Jenewa, Swiss.
Menurut Shih, transformasi digital di sektor kesehatan kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas sekaligus efisiensi layanan kesehatan global.
“Taiwan berupaya membangun model pelayanan kesehatan baru yang berorientasi pada perawatan holistik dan manusia sebagai pusat pelayanan,” ujar Shih dalam artikelnya.
Taiwan Kembangkan Platform Kesehatan Digital Nasional
Taiwan mengembangkan platform kesehatan digital nasional bernama “Kerangka 3-3-3”. Sistem tersebut mengintegrasikan tiga ruang kesehatan utama, tiga standar data kesehatan, dan tiga pusat tata kelola AI nasional.
Melalui sistem itu, lebih dari 400 rumah sakit di Taiwan telah terhubung dengan rekam medis elektronik berbasis standar internasional Fast Healthcare Interoperability Resources (FHIR).
Pemerintah Taiwan juga menerapkan sistem keamanan siber Zero Trust untuk memastikan pertukaran data kesehatan berlangsung aman dan efisien.
Shih menjelaskan, kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil nyata, terutama dalam pengelolaan penyakit kronis dan layanan kesehatan preventif.
Salah satunya melalui “Platform Dokter Keluarga” yang memanfaatkan prediksi risiko berbasis AI untuk membantu tenaga medis memberikan pelayanan kesehatan yang lebih personal.
Selain itu, sistem MediCloud memungkinkan tenaga kesehatan mengakses rekam medis dan data obat pasien secara real-time guna meningkatkan keselamatan pasien.
Lebih dari 50 Persen Warga Gunakan My Health Bank
Taiwan juga memperkuat layanan kesehatan digital berbasis masyarakat melalui platform “My Health Bank”.
Platform tersebut telah digunakan lebih dari 50 persen populasi Taiwan dan dapat diintegrasikan dengan perangkat wearable untuk memantau kondisi kesehatan pengguna secara mandiri.
Dalam layanan pengobatan kanker, Taiwan memanfaatkan standar FHIR untuk mempercepat pertukaran data Next-Generation Sequencing (NGS), sehingga proses peninjauan medis dan akses pengobatan dapat berlangsung lebih cepat.
Taiwan juga mengembangkan layanan kartu asuransi kesehatan virtual, resep elektronik, hingga telemedicine untuk memperluas akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan dan layanan berbasis rumah.
Taiwan Perkuat Tata Kelola AI Medis
Di bidang kecerdasan buatan medis, Taiwan telah membentuk 19 pusat AI medis nasional yang fokus pada tata kelola, validasi klinis, dan evaluasi dampak penggunaan AI.
Hingga kini, lebih dari 50 produk AI medis di Taiwan telah memperoleh persetujuan regulasi, termasuk teknologi untuk deteksi dini kanker, prediksi penyakit kardiovaskular, dan dukungan pengambilan keputusan klinis.
Sebanyak 13 rumah sakit Taiwan juga masuk daftar “World’s Best Smart Hospitals 2026” versi Newsweek. Capaian itu menempatkan Taiwan di posisi kedua di Asia dalam layanan rumah sakit pintar.
Selain itu, Taiwan tengah mengembangkan platform federated learning yang memungkinkan validasi model AI lintas institusi dan lintas negara tanpa memindahkan data sensitif.
Taiwan Kembali Serukan Partisipasi di WHO
Dalam artikelnya, Shih kembali menyerukan dukungan internasional terhadap partisipasi Taiwan di World Health Organization dan World Health Assembly.
Menurut dia, Taiwan memiliki pengalaman dan kapasitas untuk berkontribusi dalam tata kelola kesehatan global melalui inovasi layanan kesehatan digital.
Shih menegaskan Resolusi Majelis Umum PBB 2758 dan Resolusi WHA 25.1 tidak menyebut Taiwan maupun melarang partisipasi Taiwan dalam WHO dan WHA.
“Taiwan akan terus memajukan layanan kesehatan pintar melalui inovasi digital serta berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan global,” ujar Shih.
Baca juga :



