Search
Close this search box.

ICTOH 2026 Soroti Tingginya Konsumsi Rokok dan Vape pada Remaja

Surabaya, SenayanTalks – Indonesian Conference on Tobacco or Health 2026 digelar di Kampus Universitas Airlangga pada Kamis-Jumat, 21-22 Mei 2026. Konferensi nasional tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, organisasi internasional, hingga pejabat pemerintah untuk membahas pengendalian tembakau di Indonesia.

Perwakilan Research Group Tobacco Control Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair, Alifia Hera, mengatakan Surabaya dipilih menjadi tuan rumah karena dinilai menghadapi tantangan besar dalam pengendalian tembakau.

“Ini adalah bentuk dukungan kami kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Kota Surabaya dalam pengendalian tembakau,” kata Alifia pada Kamis, 20 Mei 2026.

Menurut Alifia, konferensi tersebut dilatarbelakangi tingginya konsumsi produk tembakau dan nikotin, khususnya pada kelompok anak dan remaja. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 7,4 persen anak tercatat sebagai perokok.

Selain itu, Global Adult Tobacco Survey mencatat penggunaan rokok elektronik atau vape meningkat hingga 10 kali lipat dalam kurun 2011-2021.

“Pergeseran tren konsumsi ini diperkuat oleh persepsi keliru bahwa produk alternatif seperti vape lebih aman. Padahal tetap berisiko terhadap kesehatan dan adiksi,” ujar Alifia.

Ia menilai tingginya paparan iklan, promosi, dan sponsorship produk tembakau di media digital turut memperbesar konsumsi rokok di kalangan remaja. Penelitian tahun 2022 menunjukkan sebanyak 51 persen remaja usia 13-15 tahun telah terpapar promosi rokok di media digital.

Menurut Alifia, harga rokok yang relatif murah dan praktik penjualan eceran juga mempermudah akses anak dan remaja terhadap produk tembakau.

Meski pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, implementasi pengendalian tembakau dinilai masih menghadapi tantangan. Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok atau KTR disebut masih sering dilanggar dan kenaikan cukai rokok belum konsisten.

“Tingginya intervensi industri rokok menambah beban penghambat dalam memajukan kesehatan masyarakat di Indonesia,” kata dia.

Konferensi ini turut menghadirkan sejumlah organisasi internasional seperti World Health Organization, Vital Strategies, dan Campaign for Tobacco-Free Kids.

Selain itu, hadir pula sejumlah organisasi masyarakat sipil Indonesia seperti Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dan Indonesian Youth Council for Tactical Change.

Konferensi hari pertama dijadwalkan dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus.

ICTOH 2026 digelar menjelang Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap 31 Mei. WHO menyebut penggunaan tembakau menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit serius, termasuk kanker, penyakit kardiovaskular, dan gangguan pernapasan.

WHO mencatat lebih dari 7 juta orang meninggal setiap tahun akibat penggunaan tembakau. Sementara itu, paparan asap rokok pasif menyebabkan lebih dari 1,6 juta kematian di seluruh dunia.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya