Surabaya, SenayanTalks – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menegaskan diplomasi parlemen tidak boleh berhenti pada hubungan politik antarnegara. Menurut dia, diplomasi parlemen harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi daerah melalui peningkatan investasi, perluasan pasar ekspor, hingga penguatan daya saing di tingkat internasional.
Pernyataan itu disampaikan Syahrul usai memimpin kegiatan BKSAP Day di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurut Syahrul, diplomasi parlemen merupakan salah satu instrumen yang dapat mendukung pembangunan daerah dengan membuka akses kerja sama internasional. Selain memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan luar negeri, diplomasi parlemen juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Diplomasi parlemen harus memberikan manfaat yang konkret bagi masyarakat, termasuk melalui peningkatan investasi, akses pasar internasional, dan pembangunan berkelanjutan,” kata Syahrul.
Ia menjelaskan, BKSAP DPR RI saat ini juga aktif membahas berbagai isu global yang akan memengaruhi daya saing Indonesia, mulai dari perkembangan Artificial Intelligence (AI) hingga berbagai perjanjian perdagangan internasional. Menurutnya, pembahasan tersebut penting agar Indonesia memiliki kesiapan menghadapi perubahan ekonomi global.
Surabaya Dinilai Jadi Contoh Ekonomi Hijau
Dalam kesempatan itu, Syahrul mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan Pemerintah Kota Surabaya, terutama produk dan kebijakan yang mendukung pengurangan limbah serta pengembangan ekonomi hijau (green economy).
Ia menilai inovasi tersebut selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) dan dapat menjadi contoh yang dipromosikan dalam berbagai forum internasional.
“Ini akan menjadi poin yang kami sampaikan di forum-forum internasional untuk menunjukkan bahwa Indonesia sedang bergerak menuju pencapaian 17 tujuan SDGs,” ujarnya.
Menurut dia, keberhasilan daerah dalam menerapkan pembangunan berkelanjutan dapat memperkuat citra Indonesia di mata dunia sekaligus menarik minat investor asing.
BKSAP Siap Jadi Jembatan Kerja Sama Internasional
Syahrul mengatakan BKSAP siap membantu pemerintah daerah membangun kerja sama dengan berbagai negara melalui diplomasi parlemen. Peran tersebut, kata dia, penting untuk mengatasi berbagai hambatan birokrasi yang kerap muncul dalam pelaksanaan kerja sama internasional.
“Kami akan menjadi jembatan bagi pemerintah daerah yang ingin menjalin kerja sama dengan luar negeri. Terkadang ada kendala birokrasi, baik di pemerintah pusat maupun negara mitra. Di situlah BKSAP hadir untuk memfasilitasi,” katanya.
Ia berharap sinergi antara DPR RI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah mampu memperluas peluang investasi, kerja sama perdagangan, kolaborasi riset, hingga pertukaran teknologi dan tata kelola pemerintahan.
Program Sister City Surabaya Jadi Inspirasi
Syahrul juga menyoroti keberhasilan Surabaya membangun jejaring internasional melalui program sister city. Dari 15 kerja sama yang telah terjalin dengan berbagai kota dan negara, sebanyak 13 di antaranya masih aktif berjalan.
Menurut dia, pengalaman Surabaya dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan diplomasi daerah yang berorientasi pada hasil.
“Banyak hal yang bisa dipelajari dari Surabaya, mulai dari pengelolaan lingkungan, energi berbasis sampah, kawasan mangrove, hingga penguatan kerja sama sister city. Keberhasilan ini akan kami sampaikan ke daerah lain sebagai inspirasi,” ujarnya.
Syahrul menegaskan BKSAP akan terus memperkuat jejaring internasional agar Surabaya semakin dikenal di tingkat global. Ia berharap diplomasi parlemen mampu membuka peluang yang lebih luas bagi investasi, pengembangan UMKM, ekspor, hingga kolaborasi pembangunan perkotaan.
“Kami siap menjadi jembatan komunikasi agar Surabaya semakin go international dan memiliki jejaring kerja sama yang lebih luas dengan berbagai negara,” katanya.
Baca juga :



