Yogyakarta, SenayanTalks – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, meminta penyelenggara ibadah haji mulai melakukan persiapan bagi calon jemaah haji 2027 sejak dini. Menurut dia, pembinaan yang dilakukan lebih awal akan membantu calon jemaah mempersiapkan kondisi kesehatan, memahami tata cara ibadah, serta memenuhi berbagai persyaratan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Pernyataan itu disampaikan Ina usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Ina, proses pembinaan tidak seharusnya menunggu mendekati masa keberangkatan. Setelah daftar calon jemaah yang akan berangkat pada musim haji 2027 ditetapkan, penyelenggara diharapkan segera melakukan pemetaan kondisi setiap jemaah, terutama terkait aspek kesehatan.
“Porsi yang sudah akan keluar tahun 2027 seyogianya pada tahun pemulangan jemaah haji ini sudah dilakukan mapping kepada jemaah yang akan berangkat tahun 2027, sehingga mereka dapat mempersiapkan kesehatannya,” kata Ina.
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan
Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan persiapan sejak awal akan memberikan waktu yang cukup bagi calon jemaah untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting, terutama bagi jemaah yang memiliki penyakit penyerta atau membutuhkan pengobatan rutin.
Menurut dia, calon jemaah juga dapat mempersiapkan kebutuhan obat-obatan dan mengikuti anjuran dokter jauh sebelum keberangkatan sehingga kondisi fisik lebih siap menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Apabila kesehatannya memerlukan obat jalan atau harus membawa obat-obatan tertentu, semuanya bisa dipersiapkan jauh-jauh hari. Jangan sampai baru menjelang keberangkatan mereka merasa belum siap,” ujarnya.
Ina menilai kesiapan kesehatan menjadi faktor penting mengingat mayoritas jemaah haji Indonesia berasal dari kelompok usia lanjut yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Proaktif Layani Jemaah
Selain aspek kesehatan, Ina meminta penyelenggara haji meningkatkan pelayanan informasi kepada calon jemaah. Menurut dia, penyelenggara perlu lebih aktif memberikan pendampingan terkait seluruh tahapan penyelenggaraan haji sehingga jemaah tidak mengalami kebingungan saat berada di Tanah Suci.
Ia menekankan pelayanan kepada jemaah harus dilakukan secara proaktif, bukan hanya menunggu pertanyaan dari masyarakat.
“Saya berharap ada iktikad baik dari penyelenggara untuk lebih aktif memberikan layanan yang lebih layak kepada jemaah. Harus menjemput bola, jangan menunggu mereka bertanya,” katanya.
Menurut Ina, pendekatan tersebut akan meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus meminimalkan berbagai kendala yang berpotensi dihadapi jemaah selama pelaksanaan ibadah haji.
Evaluasi Haji 2026
Ina mengapresiasi sejumlah perbaikan yang telah dilakukan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Namun, ia menilai evaluasi menyeluruh tetap diperlukan agar kualitas pelayanan pada musim haji 2027 semakin baik.
Ia berharap hasil evaluasi Komisi VIII DPR RI dapat menjadi masukan bagi Kementerian Haji dan Umrah dalam menyusun kebijakan penyelenggaraan haji yang lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan jemaah.
“Harapannya, seluruh hasil evaluasi ini menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji sehingga pelayanan kepada jemaah Indonesia semakin optimal pada musim haji 2027,” ujarnya.
Baca juga :



