Search
Close this search box.

BAKTI Komdigi Diminta Perluas Jaringan Internet hingga Daerah 3T

Anggota Komisi I DPR RI Jefry Romdhony dalam kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Bekasi, Jawa Barat. (FOTO: UF/Mahendra)

Bekasi, SenayanTalks – Anggota Komisi I DPR RI Jefry Romdhony meminta Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperluas pembangunan infrastruktur telekomunikasi, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut Jefry, pemerataan konektivitas digital tidak boleh hanya berfokus pada wilayah perkotaan. Masyarakat di daerah dengan akses terbatas juga harus memperoleh layanan telekomunikasi yang memadai.

“Selain cakupan di kota-kota besar, penting juga memperhatikan cakupan di daerah 3T. Kami mendorong BAKTI Komdigi agar perluasan konektivitas tetap dilakukan,” kata Jefry saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI di Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 10 Juli 2026.

Kunjungan tersebut membahas optimalisasi infrastruktur digital BAKTI Komdigi untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian daerah.

Jefry mengatakan akses internet yang merata menjadi faktor penting untuk memastikan masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses layanan pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, hingga aktivitas ekonomi berbasis digital.

Dalam pertemuan itu, BAKTI Komdigi menjelaskan bahwa pembangunan jaringan telekomunikasi selama ini mempertimbangkan jumlah dan persebaran penduduk. Sejumlah titik yang masih berstatus blank spot diketahui berada di kawasan yang tidak berpenghuni sehingga perencanaan dilakukan menggunakan pendekatan berbasis populasi.

“Berdasarkan penjelasan yang kami terima, terdapat titik-titik blank spot yang memang tidak memiliki penduduk. Jadi, perencanaannya juga didasarkan pada population base, selain memperhatikan kondisi kabupaten dan kota,” ujar Jefry.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pendekatan tersebut tidak mengesampingkan kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayah berpenduduk sedikit atau jauh dari pusat perkotaan.

Menurut dia, seluruh warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses komunikasi dan informasi sebagai bagian dari transformasi digital nasional.

Cakupan Jaringan 4G Jawa Barat Capai 97,79 Persen

Dalam pemaparannya, BAKTI Komdigi menyebut cakupan jaringan 4G di Jawa Barat telah mencapai sekitar 97,79 persen wilayah dan menjangkau 99,98 persen populasi.

Dari total 5.957 desa di provinsi tersebut, sebanyak 5.873 desa telah memperoleh cakupan jaringan 4G secara penuh.

Data itu menunjukkan kesenjangan akses telekomunikasi di Jawa Barat semakin menyempit. Namun, Jefry menilai pemerintah tetap perlu melakukan pemetaan secara lebih rinci agar tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan infrastruktur digital.

Selain memperluas jaringan, Jefry juga meminta BAKTI Komdigi meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, operator telekomunikasi, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Menurut dia, kolaborasi diperlukan agar pembangunan infrastruktur digital dapat disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

“Perluasan harus tetap berjalan. Prinsipnya, konektivitas digital harus dapat dirasakan masyarakat secara merata, bukan hanya mereka yang tinggal di wilayah perkotaan,” kata Jefry.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya