Jakarta, SenayanTalks – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali mencatatkan kinerja operasional di tingkat global. Maskapai nasional itu menempati posisi pertama sebagai maskapai paling tepat waktu di dunia selama lima bulan berturut-turut sejak Maret 2026.
Berdasarkan pemeringkatan On-Time Performance (OTP) OAG, Garuda Indonesia mencatat tingkat ketepatan waktu kedatangan (Arrival OTP) sebesar 95,4% pada Juli 2026. Angka tersebut berasal dari 6.895 penerbangan yang dioperasikan sepanjang periode tersebut.
Capaian Juli sekaligus memperpanjang posisi Garuda Indonesia di peringkat teratas yang telah diraih sejak Maret hingga Juni 2026.
Konsistensi tersebut menjadi catatan penting di tengah persaingan industri penerbangan global. Bagi Garuda Indonesia, capaian OTP tidak hanya mencerminkan performa dalam satu bulan, tetapi juga menjadi indikator kemampuan perusahaan menjaga keandalan operasional secara berkelanjutan.
Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro mengatakan ketepatan waktu menjadi salah satu indikator penting dalam proses transformasi kinerja perusahaan.
“Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa berbagai upaya berkelanjutan yang kami jalankan untuk meningkatkan keandalan operasional mulai menunjukkan hasil yang nyata,” ujar Thomas dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026).
Menurut dia, ketepatan waktu memiliki kaitan erat dengan kepercayaan penumpang. Karena itu, Garuda terus memperkuat disiplin operasional melalui sejumlah langkah, mulai dari optimalisasi kesiapan armada dan rotasi pesawat hingga peningkatan koordinasi lintas fungsi.
Thomas menegaskan posisi sebagai maskapai dengan ketepatan waktu terbaik bukan sekadar pencapaian yang ingin diraih, tetapi standar yang harus dipertahankan.
“Bagi kami, yang semakin penting bukan hanya mencapai posisi terbaik, tetapi memastikan standar tersebut dapat terus dipertahankan secara konsisten. Lima bulan berturut-turut berada di posisi teratas dunia menunjukkan bahwa penguatan fundamental operasional yang kami jalankan bergerak ke arah yang semakin solid,” katanya.
Garuda menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan Garuda Indonesia Group serta dukungan para pemangku kepentingan dalam ekosistem penerbangan.
Perusahaan menilai peningkatan keandalan operasional menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat daya saing sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap layanan maskapai nasional.
Bawa Nama Indonesia ke Panggung Global
Capaian tersebut juga memiliki arti khusus bagi Garuda Indonesia dalam momentum peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebagai national flag carrier, perusahaan menilai konsistensi di posisi teratas dalam ketepatan waktu menunjukkan bahwa standar layanan yang dibangun dari Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
“Sebagai maskapai nasional, setiap pencapaian Garuda Indonesia pada akhirnya turut membawa nama Indonesia. Semangat kami adalah memastikan transformasi yang dijalankan tidak hanya memperkuat Perusahaan, tetapi juga menerbangkan kebanggaan Indonesia semakin tinggi di panggung dunia,” ujar Thomas.
Garuda berharap penguatan operasional dapat terus berlanjut dan memberikan dampak langsung bagi pengalaman penumpang.
“Dari Indonesia, kami ingin terus menghadirkan standar layanan yang semakin diperhitungkan secara global,” kata Thomas.
Cara OAG Mengukur Ketepatan Waktu
Dalam metodologi OAG, ketepatan waktu penerbangan diukur berdasarkan waktu aktual pesawat tiba di gate dibandingkan dengan jadwal kedatangan yang telah ditetapkan.
Penerbangan dikategorikan tepat waktu apabila pesawat tiba kurang dari 15 menit dari jadwal kedatangan.
Dengan capaian Arrival OTP 95,4% pada Juli 2026, Garuda Indonesia berarti mencatatkan mayoritas penerbangannya tiba di gate sesuai ambang batas ketepatan waktu yang digunakan dalam pemeringkatan tersebut.
Baca juga :



