Jakarta, SenayanTalks — Anggota Komisi VII DPR RI Eva Monalisa meminta Menteri Perindustrian Sarmuji melanjutkan sekaligus mempercepat program industrialisasi yang telah berjalan. Pergantian kepemimpinan di Kementerian Perindustrian, menurut dia, jangan sampai menghentikan agenda penguatan industri nasional.
Eva mengatakan sejumlah agenda strategis perlu menjadi perhatian Sarmuji setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian. Agenda itu antara lain penguatan industri dalam negeri, hilirisasi, peningkatan investasi, pemberdayaan UMKM dalam rantai industri, penciptaan lapangan kerja, serta pemerataan kawasan industri di daerah.
“Pesan saya, jangan sampai pergantian menteri membuat program-program perindustrian yang sudah berjalan terputus. Justru harus ada percepatan,” kata Eva dalam keterangannya.
Menurut Eva, Sarmuji memiliki pengalaman sebagai anggota DPR sehingga diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah dan parlemen, khususnya dengan Komisi VII DPR yang menjadi mitra kerja Kementerian Perindustrian.
“Pertama tentu saya mengucapkan selamat kepada Pak Sarmuji atas amanah barunya sebagai Menteri Perindustrian. Beliau bukan orang baru di DPR, sehingga saya berharap komunikasi antara pemerintah dan parlemen, khususnya Komisi VII, bisa semakin kuat,” ujarnya.
Eva mengatakan kebijakan industrialisasi perlu diarahkan untuk memperkuat keterkaitan antara industri besar dan pelaku usaha kecil. Menurut dia, UMKM tidak semestinya hanya menjadi penonton ketika investasi dan pembangunan kawasan industri berkembang.
Ia juga meminta pemerintah memperkuat hilirisasi agar industri dalam negeri mampu menghasilkan nilai tambah lebih besar. Peningkatan investasi, kata dia, harus berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.
Eva juga menyoroti pemerataan kawasan industri. Menurut dia, pembangunan industri jangan hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan atau wilayah tertentu.
“Industri daerah dan UMKM harus menjadi bagian dari ekosistem industri nasional,” kata dia.
Menurut Eva, keberadaan kawasan industri semestinya memberi dampak ekonomi kepada masyarakat di sekitarnya. Pelaku UMKM lokal perlu mendapatkan akses untuk masuk ke dalam rantai pasok industri dan meningkatkan skala usahanya.
Eva mengatakan Komisi VII DPR siap menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan agenda penguatan industri nasional. Namun, dukungan tersebut tetap disertai fungsi pengawasan parlemen.
“Sebagai Komisi VII, kami tentu siap menjadi mitra kerja yang konstruktif. Kami akan mendukung kebijakan yang berpihak pada penguatan industri nasional, tetapi sekaligus tetap menjalankan fungsi pengawasan agar kebijakan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.
Ia berharap Sarmuji tidak hanya melihat pembangunan industri dari perspektif industri besar di pusat. Pemerintah, kata Eva, perlu memastikan pertumbuhan industri menciptakan efek berganda bagi daerah dan masyarakat.
“Saya berharap Pak Sarmuji tidak hanya melihat industri dari pusat dan industri besar. Industri daerah dan UMKM harus menjadi bagian dari ekosistem industri nasional. Jangan sampai kawasan industri berkembang, tetapi pelaku usaha dan masyarakat di sekitarnya tidak ikut naik kelas,” kata Eva.
Baca juga :



