Jakarta, SenayanTalks – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat global. Sepanjang Juni 2026, Garuda Indonesia mencatatkan On-Time Performance (OTP) atau tingkat ketepatan waktu sebesar 97,13% dari total 6.283 penerbangan, menjadikannya sebagai maskapai paling tepat waktu di dunia berdasarkan laporan OAG Flightview.
Capaian tersebut sekaligus memperpanjang rekor Garuda Indonesia sebagai maskapai dengan ketepatan waktu terbaik di dunia selama empat bulan berturut-turut, yakni sejak Maret hingga Juni 2026. Konsistensi ini menjadi indikator keberhasilan transformasi operasional yang tengah dijalankan perseroan untuk meningkatkan keandalan layanan penerbangan.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan, pengakuan internasional tersebut bukan hanya mencerminkan tingginya tingkat ketepatan waktu penerbangan, tetapi juga menjadi validasi atas strategi transformasi operasional yang diterapkan secara konsisten di seluruh lini perusahaan.
“Ketepatan waktu merupakan hasil dari rangkaian proses operasional yang saling terhubung, mulai dari kesiapan armada dan kru, efektivitas penanganan penumpang, disiplin waktu pelayanan di darat, hingga kecepatan koordinasi dalam mengantisipasi dinamika operasional. Karena itu, konsistensi capaian ini menjadi indikator penting bahwa penguatan fundamental operasional yang kami jalankan terus bergerak ke arah yang tepat,” ujar Glenny dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).
Menurut Glenny, pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam proses turnaround Garuda Indonesia untuk membangun perusahaan yang lebih kompetitif, berkelanjutan, dan memiliki kualitas layanan yang semakin andal.
“Rekognisi global selama empat bulan berturut-turut ini menjadi milestone penting dalam perjalanan transformasi Garuda Indonesia. Capaian tersebut memperkuat momentum kami dalam fase turnaround untuk membangun perusahaan yang semakin kompetitif dan berkelanjutan, dengan kualitas layanan yang semakin andal serta berorientasi pada pengalaman penumpang,” katanya.
Strategi Garuda Indonesia Jaga Ketepatan Waktu
Untuk mempertahankan performa ketepatan waktu, Garuda Indonesia menerapkan sejumlah strategi operasional yang dimulai sejak penerbangan pertama setiap hari.
Perusahaan memprioritaskan kesiapan first departure guna menjaga stabilitas rotasi penerbangan sepanjang hari dan meminimalkan potensi keterlambatan yang dapat berdampak pada jadwal penerbangan berikutnya.
Selain itu, Garuda Indonesia juga mengoptimalkan proses aircraft turnaround, memperketat pengendalian Ground Time Performance, meningkatkan disiplin terhadap setiap tahapan operasional, serta memperkuat koordinasi dalam proses passenger handling dan boarding.
Seluruh tahapan operasional dipantau secara intensif sehingga potensi gangguan dapat dideteksi lebih awal dan segera ditangani sebelum memengaruhi jadwal penerbangan.
Keandalan Armada Tembus 99,49%
Tidak hanya mengandalkan pengelolaan operasional di darat, Garuda Indonesia juga memperkuat keandalan armadanya melalui program pemeliharaan yang terintegrasi.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, maskapai pelat merah tersebut membukukan Aircraft Dispatch Reliability sebesar 99,49%, yang menunjukkan tingginya tingkat kesiapan pesawat untuk beroperasi sesuai jadwal.
Menurut Glenny, keandalan armada merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas operasional sekaligus mendukung peningkatan ketepatan waktu penerbangan.
“Melalui program reliability dan perencanaan maintenance yang semakin terintegrasi, kami terus memastikan kesiapan pesawat dapat terjaga secara optimal sehingga mendukung peningkatan kualitas operasional dan ketepatan waktu secara berkelanjutan,” ujarnya.
Antisipasi Gangguan Operasional
Sebagai bagian dari transformasi operasional, Garuda Indonesia juga memperkuat fungsi Operation Control Center (OCC) untuk meningkatkan koordinasi lintas unit dalam mengantisipasi berbagai dinamika operasional.
Melalui pendekatan proactive operational control, perusahaan melakukan identifikasi dini terhadap potensi kendala sehingga proses pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Selain itu, Garuda Indonesia memanfaatkan analisis data operasional untuk mengevaluasi pola keterlambatan penerbangan, mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, hingga menyusun langkah korektif yang lebih terukur.
Glenny menegaskan perusahaan akan terus menjaga konsistensi peningkatan kualitas operasional sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan penerbangan yang semakin andal bagi seluruh pelanggan.
“Pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa transformasi operasional Garuda Indonesia berjalan pada arah yang tepat. Ke depan, kami akan terus menjaga konsistensi ini sebagai bagian dari komitmen kami menghadirkan continuous improvement layanan bagi seluruh pengguna jasa,” tutupnya.
Berdasarkan metodologi OAG Flightview, peringkat ketepatan waktu maskapai dihitung dari keseluruhan penerbangan yang memiliki cakupan data status penerbangan minimal 80% dari total jadwal operasional dan memenuhi ambang batas minimum untuk masuk dalam pemeringkatan maskapai global.
Baca juga :



