Jakarta, SenayanTalks — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 kembali menorehkan prestasi dalam ajang Community Involvement & Development Upstream Award (CID UA) 2026. PHR Regional 1 berhasil meraih penghargaan tertinggi Best of the Best CID UA 2026 berkat konsistensinya menjalankan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur SDM dan Layanan Korporat PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Eri Sulistyo Sutikno, di Jakarta pada Jumat (14/8/2026).
Capaian ini sekaligus menegaskan keberlanjutan kiprah PHR Regional 1 dalam mengembangkan program Community Involvement & Development (CID) yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki dampak terukur.
Sejumlah program dari Zona 1, Zona 4, dan Zona Rokan berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam berbagai kategori.
Di bidang kesehatan, Zona 1 meraih Gold CID UA melalui program GEMAR SEHAT atau Gerakan Masyarakat Peduli Kesehatan yang dijalankan di wilayah kerja PHE Jambi Merang.
Program tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas kader Posyandu sekaligus meningkatkan kemandirian layanan kesehatan masyarakat. Kegiatannya mencakup pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak kurang gizi, ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), dan lansia, hingga renovasi sarana kesehatan.

GEMAR SEHAT juga memanfaatkan lahan pekarangan masyarakat untuk pengembangan kebun hortikultura dan tanaman obat keluarga (TOGA). Hasil produksi dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan PMT sekaligus membantu kas Posyandu, terutama Posyandu Lansia.
Program tersebut dilaksanakan di Kecamatan Tungkal Jaya dan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, serta Desa Solok, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Total penerima manfaat langsung mencapai 630 orang.
Sementara itu, Zona 4 meraih Gold CID UA pada bidang ekonomi melalui program Rumah Kreatif Boek Khaman yang dikembangkan PEP Limau Field di Desa Lubuk Raman.
Program ini mendorong masyarakat mengolah potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi produktif. Pemberdayaan yang awalnya berfokus pada pengembangan batik kemudian diperluas melalui pemanfaatan bambu dan pengembangan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Program tersebut tercatat mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sebesar 37%. Penerima manfaat langsung mencapai 47 orang, sedangkan penerima manfaat tidak langsung sebanyak 442 orang.
Dari Zona Rokan, PHR Regional 1 meraih Gold pada kategori baru Best Social License to Operate. Kategori tersebut memberikan ruang bagi fungsi operasi untuk menunjukkan dampak positif program CID terhadap keberlangsungan operasi perusahaan.
Pada kategori tersebut, Kukuh Kertasafari, Senior Manager Production SL North, berhasil menjadi pemenang.
Selain menjalankan program CID, PHR Zona Rokan juga melakukan pemeliharaan infrastruktur jalan operasi di sejumlah wilayah. Infrastruktur tersebut tidak hanya mendukung kegiatan operasional perusahaan, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat untuk mobilitas sehari-hari.
Borong Penghargaan CID UA 2026
Prestasi PHR Regional 1 tidak berhenti pada tiga kategori tersebut. Perusahaan juga berhasil memborong seluruh penghargaan pada kategori Social Media Campaign.
Selain itu, PHR Regional 1 meraih Silver pada kategori CID Partner, Bronze pada kategori Desa Energi Berdikari, dan Bronze pada kategori Local Hero. Manager CID PHR Regional 1 Iwan Ridwan Faizal juga memperoleh penghargaan Best Leadership.
Rangkaian capaian tersebut mengantarkan PHR Regional 1 menjadi Best of the Best CID UA 2026.
Corporate Secretary PHR Eviyanti Rofraida mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa program pemberdayaan masyarakat yang dirancang berdasarkan kebutuhan lokal dapat menghasilkan dampak yang terukur dan berkelanjutan.
Menurutnya, penghargaan tersebut juga merupakan apresiasi terhadap kolaborasi PHR bersama masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun kemandirian masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan di setiap wilayah operasi. Terpenting, program benar-benar memberikan manfaat, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan mampu menciptakan kemandirian secara berkelanjutan,” ujar Eviyanti.
Dia menambahkan, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak terlepas dari kolaborasi antara PHR, masyarakat, pemerintah daerah, mitra, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut akan terus diperkuat agar program CID dapat memberikan dampak yang lebih luas sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang mandiri dan berdaya.
Sebagai informasi, CID UA 2026 diikuti 236 pendaftar dari seluruh regional dan anak perusahaan services di lingkungan upstream Pertamina.
Dari jumlah tersebut, PHR Regional 1 mendaftarkan 108 peserta atau sekitar 45,8% dari total peserta. Seluruh peserta berkompetisi dalam delapan kategori dengan melibatkan juri dari berbagai bidang kepakaran, khususnya pemberdayaan masyarakat.
327 Program Pemberdayaan Masyarakat
Di luar capaian CID UA 2026, PHR Regional 1 juga memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui pengukuran dampak program secara berkala.
Penguatan Social License to Operate (LSO) di Pulau Sumatra menjadi salah satu perhatian perusahaan. PHR menggagas Gerakan Masyarakat Aktif (GEMA) untuk mengukur dampak Program Pemberdayaan dan Pelibatan Masyarakat (PPM).
Sepanjang 2025, fungsi Corporate Secretary PHR menjalankan 327 program di 31 kabupaten yang tersebar di lima provinsi. Program tersebut menjangkau lebih dari 10.000 penerima manfaat dengan dampak di bidang lingkungan, ekonomi, kesejahteraan (wellbeing), dan sosial.
Dalam aspek ekonomi, program PPM PHR mampu meningkatkan pendapatan mitra binaan hingga Rp7 miliar melalui pengembangan 288 produk UMKM.
Program tersebut juga mencatat penghematan energi hingga 170.000 kWh, mendaur ulang lebih dari 1 ton sampah, serta menanam lebih dari 89.000 tanaman darat dan air di lahan seluas 120 hektare.
Berbagai kegiatan tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan emisi hingga 919 ton CO2eq per tahun.
Pada aspek wellbeing, PHR melaksanakan 104 pembekalan sertifikasi vokasi dan memberdayakan 187 penyandang disabilitas.
Sementara dari sisi sosial, perusahaan mengembangkan delapan destinasi ekowisata, menciptakan 39 green jobs, serta membuka 256 lapangan kerja baru bagi masyarakat.

PHR Regional 1 juga melakukan evaluasi untuk mengukur efektivitas program pemberdayaan masyarakat.
Survei daring dilaksanakan pada 3 Juni 2026 dengan melibatkan 318 perwakilan penerima manfaat dari 20 field yang tersebar di tiga zona operasi.
Hasil evaluasi menunjukkan lima dari enam indikator kinerja utama atau Key Performance Indicators (KPI) program berhasil tercapai.
Program edukasi yang diberikan PHR juga menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai industri hulu migas. Sebanyak 97% peserta memperoleh nilai di atas 70 pada post-test, dengan rata-rata nilai regional mencapai 90,92.
Bahkan, sebanyak 77% peserta memperoleh nilai pada rentang 90-100. Angka tersebut meningkat 38% dibandingkan hasil pre-test.
Survei juga menunjukkan tingkat penerimaan masyarakat terhadap program perusahaan yang relatif tinggi. Sebanyak 88% responden menilai program pemberdayaan masyarakat memberikan manfaat nyata terhadap peningkatan kesejahteraan.
Lebih dari 90% responden menyatakan siap mendukung keberlanjutan operasi PHR, menjaga hubungan harmonis dengan perusahaan, serta menyebarluaskan informasi positif mengenai program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan.
Capaian tersebut memperkuat posisi PHR Regional 1 sebagai perusahaan energi yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan produksi migas, tetapi juga pada pembangunan masyarakat yang inklusif, peningkatan kesejahteraan, serta penguatan hubungan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi.
Baca juga :



