Search
Close this search box.

Garuda Indonesia Buka Magang Berbayar bagi Penyandang Disabilitas, Pendaftaran hingga 31 Oktober

Jakarta, SenayanTalks – Garuda Indonesia membuka kesempatan magang berbayar bagi penyandang disabilitas tuli dan daksa di lingkungan layanan penerbangan, khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas kesempatan kerja yang inklusif di industri penerbangan.

Program tersebut dijalankan melalui kerja sama Garuda Indonesia dengan Alunjiva Indonesia sebagai bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan.

Selain magang, kolaborasi ini mencakup pelatihan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi sedikitnya 30 penyandang disabilitas yang menjalankan usaha di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Pendaftaran program magang dibuka hingga 31 Oktober 2026. Informasi dan registrasi dapat diakses melalui laman Alunjiva Indonesia.

Melalui program magang, peserta terpilih akan memperoleh pengalaman kerja langsung di area layanan Garuda Indonesia. Mereka juga akan mengikuti pelatihan, mendapatkan pendampingan profesional, serta mengembangkan keterampilan teknis dan interpersonal.

Sebelum menjalani kegiatan magang, peserta akan mengikuti pembekalan selama satu minggu dan pengenalan lingkungan bandara. Tahapan ini disiapkan untuk membantu peserta memahami lingkungan kerja dan aktivitas layanan penerbangan.

Garuda Indonesia menyatakan program tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan menuju maskapai berkelas dunia atau world-class airline. Upaya itu mencakup pengembangan lingkungan kerja yang menghargai keberagaman dan memberikan kesempatan berdasarkan potensi individu.

Melalui kerja sama dengan Alunjiva Indonesia, perusahaan juga berupaya memperluas akses bagi talenta disabilitas yang selama ini menghadapi hambatan untuk memasuki dunia kerja.

30 Penyandang Disabilitas

Selain membuka akses magang, program ini menyasar sedikitnya 30 pelaku UMKM penyandang disabilitas di Jabodetabek.

Peserta program pemberdayaan UMKM akan memperoleh pelatihan keterampilan nonteknis atau soft skills, seperti motivasi berwirausaha, integritas, kepemimpinan, komunikasi, dan storytelling.

Pelatihan keterampilan teknis atau hard skills juga diberikan, meliputi literasi keuangan, pemasaran digital, keberlanjutan bisnis, dan usaha kuliner.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta juga akan mendapatkan bantuan barang atau peralatan pendukung usaha. Bantuan tersebut ditujukan untuk menunjang kegiatan bisnis yang sedang mereka jalankan.

Melalui program ini, Garuda Indonesia dan Alunjiva Indonesia berupaya memperluas kesempatan penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam dunia kerja sekaligus mengembangkan usaha mandiri.

Program magang ini terbuka bagi penyandang disabilitas sensorik dan fisik dengan pendidikan minimal Diploma III (D3). Pendaftaran dibuka hingga 31 Oktober 2026, dengan informasi dan registrasi melalui https://alunjiva.id/MagangGarudaXAJ2026.

Calon peserta dapat mengakses tautan tersebut untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai mekanisme registrasi dan persyaratan program.

Melalui inisiatif ini, Garuda Indonesia berharap keterlibatan penyandang disabilitas dalam dunia kerja dan kewirausahaan semakin luas. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong lingkungan kerja yang lebih inklusif di industri penerbangan nasional.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya