Jakarta, SenayanTalks Komunitas Salihara Arts Center menghadirkan pertunjukan tari kontemporer bertajuk Islands yang mempertemukan seniman tari dari Indonesia dan Taiwan. Pertunjukan tersebut dibawakan oleh koreografer asal Taiwan Wang Yeu-kwn bersama koreografer Indonesia Danang Pamungkas.
Pementasan berlangsung di Teater Salihara, Jakarta, pada Sabtu (9/5/2026) pukul 20.00 WIB dan Minggu (10/5/2026) pukul 16.00 WIB.
Karya tersebut merupakan bagian kedua dari proyek “A Trilogy – Quest of Relationships” yang dikembangkan oleh grup seni pertunjukan asal Taiwan, Shimmering Production.
Pertunjukan Islands mengangkat tema identitas, keterasingan, tubuh, dan hubungan manusia dengan tempat asalnya. Proses kreatif karya ini bermula pada 2019 ketika Wang Yeu-kwn melakukan perjalanan ke Indonesia melalui program Cloud Gate Wanderers Project dan bertemu dengan Danang Pamungkas.
Dari pertemuan tersebut, keduanya membangun dialog artistik mengenai tubuh, ingatan, dan pulau sebagai metafora identitas.
Kurator Tari Komunitas Salihara Tony Prabowo mengatakan kolaborasi tersebut memiliki kedalaman artistik karena lahir dari hubungan panjang dua seniman yang pernah belajar di bawah bimbingan koreografer ternama Taiwan, Lin Hwai-Min.
“Melalui berbagai sudut pandang tentang identitas, rasa keterasingan, serta pertanyaan akan makna kepenarian, pertemuan ini seperti mengenal tubuh baru,” ujar Tony dalam keterangannya.
Menurut Salihara, Islands tidak hanya menampilkan kekuatan visual dan teknik tari, tetapi juga mengajak penonton memasuki perjalanan batin tentang hubungan manusia dengan asal-usul dan ruang hidupnya.
Jadi Finalis Bloom Prize di London
Karya Islands juga mendapat perhatian internasional setelah terpilih sebagai finalis Bloom Prize dalam ajang The Rose International Dance Prize 2027 yang diselenggarakan Sadler’s Wells.
Sebagai bagian dari finalis Bloom Prize, pertunjukan tersebut dijadwalkan tampil di London pada Januari hingga Februari 2027.
Wang Yeu-kwn sendiri menjadi finalis Bloom Prize untuk kategori emerging choreographers. Ia juga dikenal sebagai seniman Taiwan pertama yang meraih tiga penghargaan di Yokohama Dance Collection di Jepang.
Selain aktif sebagai koreografer, Wang merupakan Direktur Artistik Shimmering Production dan seniman residensi National Theater & Concert Hall Taiwan periode 2025–2026.
Sementara itu, Danang Pamungkas dikenal sebagai penari dan koreografer yang pernah menjadi penari profesional di Cloud Gate 2, Taiwan. Setelah kembali ke Indonesia pada 2011, ia aktif mengeksplorasi tari tradisional Jawa dalam pengembangan koreografi tari kontemporer.
Baca juga :



