Search
Close this search box.

Menteri PU Tinjau Proyek Sekolah Rakyat Surabaya, Waskita Dapat Apresiasi

Jakarta, SenayanTalks – PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 1 di Kota Surabaya. Hingga pertengahan Juni 2026, progres konstruksi proyek tersebut telah mencapai 81,66% dan ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026 untuk mendukung pelaksanaan tahun ajaran baru 2026/2027.

Percepatan pembangunan menjadi perhatian pemerintah mengingat Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bahkan turun langsung meninjau lokasi proyek di Kecamatan Bulak, Surabaya, pada pekan lalu.

Dalam kunjungannya, Dody memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target dengan tetap menjaga kualitas konstruksi. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Pembangunan Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan,” ujar Dody.

Dody juga memberikan apresiasi kepada Waskita Karya sebagai kontraktor pelaksana proyek. Ia menilai perseroan mampu menjaga keseimbangan antara percepatan pekerjaan dan kualitas hasil konstruksi.

Dikebut 4.000 Pekerja

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan perusahaan telah melakukan berbagai langkah percepatan untuk memastikan target penyelesaian proyek dapat tercapai tepat waktu.

Salah satunya dengan menambah jumlah tenaga kerja dan menerapkan sistem kerja bergilir selama 24 jam. Saat ini, lebih dari 4.000 pekerja dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya, Gresik, Jombang, Sampang, dan Tuban.

“Saat ini lebih dari 4.000 pekerja di lapangan bekerja siang dan malam secara bergantian demi merampungkan proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur sesuai target,” kata Ermy dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/2026).

Selain penambahan tenaga kerja, Waskita juga menerapkan sejumlah inovasi konstruksi untuk mempercepat pekerjaan. Di antaranya penggunaan metode half slab pada pelat lantai dua, percepatan distribusi material menggunakan hiab crane, serta proses pengecoran dengan concrete pump dan mobile crane.

Perseroan juga mempercepat pemasangan struktur rangka atap baja serta penyambungan daya listrik PLN melalui penyesuaian tata letak panel sesuai standar teknis.

Dibangun di Lahan 6,61 Hektare

Sekolah Rakyat Jawa Timur 1 dibangun di atas lahan seluas 6,61 hektare dan dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu lingkungan pembelajaran.

Fasilitas yang disiapkan tidak hanya ruang kelas, tetapi juga asrama, rumah ibadah, sarana olahraga, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang modern, inklusif, dan mendukung pengembangan peserta didik secara menyeluruh.

“SR Jatim 1 didesain tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai lingkungan pendidikan terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Kami berharap sekolah ini dapat menjadi model kawasan pendidikan yang mampu mencetak generasi unggul penerus bangsa,” ujar Ermy.

Serap Lebih dari 11 Ribu Tenaga Kerja

Secara nasional, Waskita Karya mendapat penugasan pembangunan Sekolah Rakyat di empat provinsi. Hingga saat ini, proyek-proyek tersebut telah menyerap lebih dari 11.000 tenaga kerja.

Rinciannya, pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan melibatkan hampir 4.000 pekerja, Sumatera Selatan mendekati 2.500 pekerja, dan Aceh sebanyak 1.571 pekerja.

Besarnya penyerapan tenaga kerja tersebut dinilai tidak hanya mempercepat penyelesaian proyek, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.

Dengan progres yang telah menembus 81,66%, Sekolah Rakyat Jawa Timur 1 diharapkan dapat beroperasi sesuai jadwal dan menjadi salah satu proyek pendidikan strategis yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya