Jakarta, SenayanTalks – PT Sarana Multi Infrastruktur menyalurkan pembiayaan senilai Rp 70 miliar kepada Pemerintah Kota Singkawang untuk pembangunan 33 ruas jalan dan empat jembatan.
Pembiayaan ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperkuat pelayanan publik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Singkawang.
Perjanjian pembiayaan ditandatangani Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, bersama Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, di Kantor PT SMI, Sahid Sudirman Center, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Faaris mengatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen PT SMI dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang adaptif bagi pemerintah daerah.
“PT SMI telah menjalin kemitraan jangka panjang dengan Kota Singkawang. Pembangunan jalan dan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi fondasi untuk memperkuat konektivitas dan mendorong aktivitas ekonomi, khususnya di sektor jasa dan pariwisata,” ujar Faaris dalam keterangan resmi, Senin.
Menurut dia, pembiayaan infrastruktur seharusnya dipandang sebagai instrumen percepatan pembangunan, bukan sebagai beban fiskal daerah.
Sebelumnya, pada 2020, PT SMI juga telah menyalurkan pinjaman Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 200 miliar kepada Pemerintah Kota Singkawang.
Dana tersebut digunakan untuk peningkatan jalan, pembangunan drainase, revitalisasi gedung, serta pengadaan meubelair dan sarana pembelajaran. Program itu dinilai berhasil meningkatkan kualitas infrastruktur dasar dan mendukung sektor pendidikan di daerah tersebut.

Perkuat Konektivitas dan Investasi
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menilai pembiayaan tersebut merupakan investasi strategis bagi masa depan daerah.
“Pembangunan ini adalah investasi nyata untuk masa depan Kota Singkawang. Kami optimistis manfaat ekonominya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat daya saing kota,” kata Tjhai.
Dalam tiga tahun terakhir, kontribusi PAD Singkawang terhadap total pendapatan daerah rata-rata mencapai 27,07 persen. Nilai PAD juga terus tumbuh, dari Rp 244,32 miliar pada 2023 menjadi Rp 305,26 miliar pada 2025.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kalimantan Barat, Bernadette Yuliasari Mulyatno, menyebut Singkawang memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur akan meningkatkan konektivitas, menarik investasi, serta membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
Hingga Maret 2026, total komitmen pembiayaan daerah PT SMI telah mencapai Rp 37,44 triliun, dengan outstanding sebesar Rp 15,25 triliun. PT SMI menegaskan akan terus memperluas dukungan pembiayaan guna mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan dukungan pembiayaan ini, Singkawang diharapkan semakin kompetitif sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Barat.
Baca juga :



