Search
Close this search box.

PT SMI Kucurkan Rp 885 Miliar untuk Urai Kemacetan Surabaya

Perjanjian pembiayaan pembangunan jalan ditandatangani oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa di Surabaya, Jumat (24/4/2026). (FOTO: PT SMI)

Surabaya, SenayanTalks – PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) menyalurkan pembiayaan senilai Rp 885,85 miliar kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk mendukung pembangunan infrastruktur transportasi guna mengurai kemacetan di Kota Pahlawan.

Pembiayaan tersebut difokuskan pada pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) serta pelebaran Jalan Wiyung-Menganti, dua proyek strategis yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas.

Perjanjian pembiayaan ditandatangani oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa di Surabaya, Jumat (24/4/2026).

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, mengatakan pembiayaan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membantu kota-kota besar menghadapi tantangan urbanisasi.

“Kami melihat kebutuhan infrastruktur perkotaan semakin mendesak, terutama dalam mengatasi kemacetan yang berdampak langsung pada produktivitas. Proyek ini akan mengurangi bottleneck lalu lintas di Surabaya sekaligus meningkatkan efisiensi logistik kota,” ujar Reynaldi dalam keterangan resmi, Jumat.

Menurut Reynaldi, Surabaya sebagai pusat ekonomi Jawa Timur membutuhkan sistem transportasi yang lebih efisien untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat akan membantu mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata, sehingga beban pada jalan utama dapat berkurang.

Sementara itu, pelebaran Jalan Wiyung-Menganti ditujukan untuk mengatasi kemacetan di salah satu koridor dengan volume kendaraan tertinggi di Surabaya. Kedua proyek tersebut menjadi bagian dari tujuh proyek infrastruktur prioritas Kota Surabaya pada periode 2026-2027.

Total kebutuhan pendanaan untuk seluruh proyek itu mencapai sekitar Rp 3,16 triliun.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi atas dukungan PT SMI dalam memperkuat pembangunan infrastruktur kota.

Menurut Eri, peningkatan konektivitas menjadi faktor penting dalam mendorong daya saing kota sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.

“Proyek ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem transportasi Surabaya yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan,” kata Eri.

Selain mengatasi persoalan transportasi, proyek ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Belanja modal Kota Surabaya diperkirakan meningkat hingga 40,81 persen dari 2025 ke 2026. Peningkatan tersebut berpotensi mendorong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga Rp 29,79 triliun. Kontribusi pembiayaan PT SMI sendiri diperkirakan mencapai Rp 9,1 triliun.

Tingkatkan Efisiensi dan Keselamatan

Pembangunan JLLB dan pelebaran Jalan Wiyung-Menganti juga diharapkan dapat menekan biaya operasional kendaraan, memangkas waktu tempuh, serta meningkatkan keselamatan transportasi.

Secara lebih luas, proyek ini akan memperkuat aksesibilitas antarwilayah dan mendukung pemerataan pembangunan di berbagai kawasan Surabaya.

Hingga Februari 2026, total komitmen pembiayaan PT SMI kepada pemerintah daerah telah mencapai Rp 37,08 triliun, dengan outstanding sebesar Rp 14,90 triliun.

Dukungan kepada Pemerintah Kota Surabaya ini menjadi bagian dari komitmen PT SMI untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi lebih efisien, terhubung, dan berdaya saing tinggi.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya