Search
Close this search box.

WSBP Produksi 21.052 Spun Pile di Semester I 2026

Jakarta, SenayanTalks – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatat produksi dan pengiriman sebanyak 21.052 batang Spun Pile sepanjang Semester I 2026. Produk fondasi beton pracetak tersebut digunakan untuk mendukung berbagai proyek strategis nasional, mulai dari jalan tol, kawasan industri, fasilitas manufaktur, hingga sektor energi.

Capaian tersebut memperlihatkan permintaan terhadap produk beton pracetak WSBP yang masih terjaga seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia. Perseroan juga menilai kemampuan menjaga kualitas produk dan ketepatan distribusi menjadi faktor penting dalam memenuhi kebutuhan proyek-proyek berskala besar.

Sepanjang enam bulan pertama 2026, Spun Pile produksi WSBP dipasok ke sejumlah proyek strategis. Di antaranya pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 3 (Cileles–Panimbang), Jalan Tol Betung–Jambi Seksi 1A, 1B, 2A, dan 2B, proyek Tangguh UCC Onshore, New Priok Eastern Access (NPEA), hingga pembangunan CCO Plant Building PT Green Power Palembang.

Diversifikasi proyek tersebut menunjukkan produk WSBP digunakan pada berbagai jenis konstruksi dengan karakteristik fondasi yang berbeda, mulai dari infrastruktur transportasi hingga fasilitas industri dan energi.

“Kami terus menjaga kualitas produk, ketepatan pengiriman, serta keandalan layanan. Kepercayaan pelanggan menjadi motivasi bagi WSBP untuk menghadirkan Spun Pile yang mampu memenuhi kebutuhan berbagai proyek dengan standar mutu yang konsisten,” ujar Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, dalam keterangan resmi.

Proyek NCICD

Di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur, WSBP juga memperkuat kemampuan manufakturnya dengan mengembangkan Spun Pile berdiameter besar 1.200 milimeter.

Produk tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan proyek yang memiliki beban struktur tinggi dan kondisi konstruksi yang lebih kompleks. Saat ini, WSBP tengah mempersiapkan produksi Spun Pile tersebut untuk mendukung salah satu proyek strategis nasional di sektor pengamanan pesisir, yakni pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau tanggul laut Jakarta.

Menurut perseroan, proses produksi Spun Pile berdiameter besar dilakukan menggunakan cetakan khusus dengan sistem pengendalian mutu berlapis. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan presisi dimensi serta kekuatan struktur setiap produk sebelum dikirim ke lokasi proyek.

“Selain menjaga kualitas produk yang telah dipercaya pelanggan, WSBP juga terus memperkuat kapabilitas manufakturnya agar mampu memenuhi kebutuhan proyek dengan spesifikasi yang semakin kompleks. Kemampuan memproduksi Spun Pile bentang panjang berdiameter besar menjadi salah satu langkah kami dalam menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur ke depan,” kata Fandy.

Perkuat Kapabilitas Manufaktur

WSBP menyatakan akan terus meningkatkan daya saing melalui penguatan kapasitas manufaktur, pengembangan inovasi produk, serta peningkatan kualitas layanan. Strategi tersebut diarahkan untuk menangkap peluang dari proyek-proyek infrastruktur yang masih menjadi salah satu penggerak investasi nasional.

Perseroan juga menegaskan seluruh aktivitas bisnis dijalankan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) guna menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Dengan penguatan kapasitas produksi dan pengembangan produk berteknologi tinggi, WSBP berharap dapat memperluas kontribusinya dalam penyediaan material fondasi untuk proyek-proyek infrastruktur berskala besar di Indonesia.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya