Search
Close this search box.

Pelajar Indonesia Tertarik Belajar “Sustainability” dan Teknologi di Swedia

JOIN SWEDEN Study & Career Day 2026 yang berlangsung di Artotel GBK Senayan, Sabtu (18/4/). (FOTO: STC)

Jakarta, SenayanTalks – Swedia kian memperkuat posisinya sebagai destinasi pendidikan tinggi favorit bagi pelajar asal Indonesia. Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert, mengungkapkan bahwa jumlah pelajar Indonesia yang diterima di berbagai universitas di Swedia tahun ini mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah.

“Tahun ini, kami mencatat ada 1.100 pelajar Indonesia yang telah diterima di universitas-universitas di Swedia. Meski tidak semuanya berangkat, jumlah ini merupakan rekor baru bagi kami,” ujar Daniel Blockert saat ditemui di sela-sela sebuah acara pendidikan di Jakarta, baru-baru ini.

Blockert menambahkan, tren pertumbuhan minat ini konsisten meningkat setiap tahunnya dalam satu dekade terakhir. Daya tarik utama Swedia di mata pelajar Indonesia bukan hanya pada kualitas pendidikan, melainkan juga pada keselarasan nilai-nilai akademik dengan isu global terkini.

Menurut Blockert, mayoritas pelajar Indonesia yang memilih Swedia memiliki ketertarikan khusus pada isu keberlanjutan (sustainability). Isu ini menjadi napas utama di hampir seluruh jurusan yang ditawarkan, mulai dari teknik, hukum, hingga pemasaran.

“Jika Anda bertanya kepada orang Indonesia di sini tentang apa yang ingin mereka pelajari di Swedia, banyak yang menjawab sesuatu yang berkaitan dengan sustainability. Kami sangat menyukai itu karena itulah keunggulan kami,” tuturnya.

Selain isu lingkungan, sektor teknologi dan sains komputer juga menjadi incaran utama, mengingat Swedia merupakan salah satu negara paling inovatif di dunia. Beberapa universitas teknis terbesar di Swedia pun mulai dibanjiri pelamar dari Indonesia yang ingin mendalami spesialisasi unik, seperti studi maritim dan pertanian modern.

Akses Beasiswa

Swedia terus berupaya mempermudah akses pendidikan bagi talenta berbakat Indonesia. Blockert menekankan bahwa biaya kuliah di negaranya jauh lebih kompetitif dibandingkan destinasi populer lain seperti Amerika Serikat atau Inggris.

Untuk mendukung mobilitas pelajar, pemerintah Swedia dan Uni Eropa (EU) menyediakan berbagai skema bantuan keuangan seperti Beasiswa Erasmus+ yang memungkinkan pelajar berpindah antar-universitas di Eropa dengan pengakuan kredit penuh.

Selain itu, terdapat beasiswa pemerintah Swedia dengan jumlah kuota beasiswa khusus dari sisi Swedia untuk pelajar Indonesia dilaporkan terus meningkat setiap tahun. Terdapat pula program integrasi Uni Eropa yang membemberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk menempuh studi di beberapa negara Eropa sekaligus.

“Secara keseluruhan, sekitar 4.000 pelajar menuju Eropa setiap tahun, dan 1.000 di antaranya menerima dukungan finansial. Di Swedia, kami menawarkan rasio dukungan yang sangat baik,” kata Blockert.

Kolaborasi Budaya Lewat Batik

Uniknya, hubungan diplomasi pendidikan ini juga diperkuat melalui akulturasi budaya. Blockert memamerkan batik khusus hasil kolaborasi desainer Yogyakarta yang memadukan simbol Indonesia dan Swedia.

Dalam motif batik tersebut, terdapat gambar burung enggang dan melati yang mewakili Indonesia, bersanding dengan kuda Dala dan jembatan biru khas Swedia.

“Pemenang kompetisi desain ini dikirim ke Swedia untuk mengunjungi pusat inovasi seperti IKEA, H&M, hingga Volvo untuk mempelajari desain Swedia. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara talenta Indonesia dan keunggulan inovasi kami,” pungkasnya.

Melalui pendidikan, Swedia berharap para lulusannya kelak dapat kembali dan berkontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan inovasi di Indonesia.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya