Denpasar, Bali — Perkumpulan Program Studi Kewirausahaan Indonesia (APSKI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III pada 22–24 Juli 2026 di Ballroom Famous Hotel, Bali. Kegiatan yang dihosting oleh Pengurus Wilayah (Pengwil) Bali dan Nusra ini menjadi ajang tahunan terbesar bagi program studi kewirausahaan dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Forum strategis ini merumuskan arah kebijakan pendidikan kewirausahaan nasional sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan mitra global. Rakernas III APSKI menegaskan peran sentral perguruan tinggi sebagai pusat inkubasi wirausaha baru yang inovatif, berdaya saing tinggi, dan mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Rakernas ini dihadiri oleh pimpinan program studi dari 49 perguruan tinggi, praktisi bisnis, serta pemangku kepentingan penting. Hadir pula Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Badri Munir Sukoco; Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM sekaligus Dewan Pakar APSKI M. Riza Damanik; Ketua Umum APSKI Sonny Rustiadi; Ketua Dewan Pengawas APSKI Prof. Wawan Dhewanto; Dewan Pakar APSKI Prof. Togar Mangihut Simatupang; serta Presiden United in Diversity Tantowi Yahya.
Ketua Umum APSKI Sonny Rustiadi, SE., MBA., Ph.D., CBAP., CIP. menegaskan bahwa pendidikan kewirausahaan tidak cukup hanya mengajarkan cara memulai bisnis. Perguruan tinggi wajib membekali mahasiswa dengan kemampuan membaca persoalan masyarakat dan mengubah gagasan menjadi solusi bernilai ekonomi.
“Mahasiswa harus dibimbing untuk menemukan persoalan yang spesifik di daerahnya, mengembangkan solusi yang relevan, mengujinya ke pasar, dan membawa inovasi dari kampus menjadi usaha yang memberikan manfaat nyata,” ujar Sonny.
Sekjen Kemdiktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco menekankan bahwa kampus harus menjadi ekosistem lengkap yang mempertemukan mahasiswa dengan riset, inkubator, dunia usaha, dan lembaga pembiayaan. Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik menyatakan bahwa Rakernas ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.
Rangkaian acara juga diisi oleh konferensi internasional menghadirkan pakar global seperti Prof. Togar M. Simatupang (ITB), Dominic Dunn (Teesside University, Inggris), Prof. So Ji Kwang (Gachon University, Korsel), Prof. Greg Barton (Deakin University, Australia), Prof. Dr. Eko Indrajit (QASPIR), serta Eline De Ruiter (University of Twente, Belanda).
Rakernas III APSKI juga melahirkan dua jurnal ilmiah baru, Journal APSKI Entrepreneurship dan Journal APSKI PKM, serta menggelar ajang IESA Business Pitch Competition bagi mahasiswa.
Rangkaian Rakernas III APSKI resmi ditutup pada Jumat (24/7) menyusul kunjungan industri ke sejumlah perusahaan di Bali. Agenda tahunan selanjutnya, Rakornas 2027, dijadwalkan akan dihosting oleh Universitas Terbuka di Jakarta, sekaligus menjadi momentum pemilihan Kepengurusan Pusat APSKI masa bakti 2027–2031.
Baca juga :



