Jakarta, SenayanTalks — Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan hujan menjadi cara paling efektif untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Pemerintah pun menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah wilayah yang masih memiliki potensi awan hujan, termasuk Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
“Cara yang paling efektif untuk memadamkan itu ya hujan. Kalau ada hujan alam alhamdulillah, tapi karena memang musim kemarau biasanya tidak ada hujan,” kata Raja Antoni saat meninjau penanganan karhutla di Berau, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Raja Antoni, OMC di Berau telah memasuki hari ketiga. Wilayah tersebut dipilih karena masih memiliki bibit awan yang memungkinkan untuk disemai guna memicu hujan.
“Berau alhamdulillah masih ada awan hujan yang bisa disemai, dan kami sudah sepakati, di mana pun di daerah di Indonesia ini yang ada bibit hujannya kita akan adakan OMC,” ujarnya.
Raja Antoni mengatakan penanganan karhutla tahun ini menghadapi tantangan berupa kondisi El Nino yang disebutnya sangat kuat. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan El Nino pada 2015, ketika kebakaran melanda sekitar 2,6 juta hektare kawasan dan lahan non-kawasan.
“Apalagi sekarang masuk El Nino sangat kuat, ini sama dengan 2015. Kalau kita melihat referensinya itu sebenarnya ini kekuatan El Nino ini sama dengan 2015,” kata dia.
Kondisi kering yang berlangsung selama musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan vegetasi yang mudah terbakar. Karena itu, pemerintah tidak hanya mengandalkan penanganan ketika kebakaran telah terjadi.
OMC Dilakukan Sejak Januari
Raja Antoni mengatakan pemerintah telah menjalankan operasi modifikasi cuaca sejak Januari 2026. Operasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah membasahi kawasan gambut di sejumlah provinsi. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga kelembapan lahan sehingga potensi kebakaran dapat ditekan.
Kini, ketika karhutla terjadi di sejumlah daerah, OMC kembali dilakukan dengan memanfaatkan bibit awan hujan yang tersedia.
Pemerintah, kata Raja Antoni, akan melakukan OMC di wilayah mana pun yang memiliki potensi awan untuk disemai. Dengan pendekatan tersebut, hujan diharapkan dapat membantu membasahi wilayah yang terdampak sekaligus mempercepat proses pemadaman karhutla.
Di tengah ancaman El Nino, ketersediaan awan hujan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan OMC. Karena itu, operasi tersebut dilakukan secara situasional dengan mengikuti kondisi atmosfer dan potensi awan di masing-masing wilayah.
Baca juga :



