Banjarbaru, SenayanTalks — Anggota Komisi VIII DPR RI Sudian Noor meminta pemerintah memperkuat perlindungan bagi relawan yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Menurut dia, keselamatan relawan perlu menjadi bagian penting dalam penanganan bencana, selain memastikan ketersediaan peralatan pemadaman.
Sudian mengatakan masih ada relawan yang masuk ke kawasan hutan untuk menangani karhutla tanpa dibekali perlengkapan keselamatan yang memadai. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko bagi relawan yang bekerja di lokasi bencana.
“Relawannya terutama tadi, banyak yang masuk ke hutan tapi mereka tidak punya peralatan yang cukup untuk melindungi dirinya,” kata Sudian saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut Sudian, kebutuhan perlindungan relawan tidak dapat dianggap sebagai persoalan tambahan. Mereka menghadapi berbagai risiko ketika bekerja di kawasan hutan dan lahan yang terbakar sehingga dukungan keselamatan perlu disiapkan sejak awal.
Selain perlengkapan keselamatan, Sudian menyoroti kondisi kesehatan relawan selama bertugas. Ia mengatakan kebutuhan seperti suplemen dan vitamin juga perlu diperhatikan untuk menjaga kondisi fisik relawan di lapangan.
“Saya sudah koordinasi dengan Pemkot Banjarbaru, cuma ada kebutuhan-kebutuhan seperti suplemen vitamin untuk relawannya. Itu juga akan meningkatkan semangat mereka,” ujarnya.
Politikus Partai Amanat Nasional itu mengatakan pemerintah tidak cukup hanya menyediakan peralatan pemadaman. Dukungan terhadap relawan harus mencakup kebutuhan personal dan perlindungan keselamatan selama menjalankan tugas.
“Artinya pemerintah hadir bukan hanya menyiapkan peralatannya, tapi kebutuhan di diri mereka, keselamatan mereka juga diperhatikan,” kata legislator dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan II itu.
Sudian berharap evaluasi penanganan karhutla di Kalimantan Selatan memasukkan aspek keselamatan relawan dalam perencanaan mitigasi dan respons bencana. Menurut dia, relawan merupakan salah satu unsur penting dalam penanganan karhutla di lapangan.
Karena itu, dukungan kepada relawan perlu disiapkan secara memadai, baik dalam bentuk peralatan keselamatan maupun dukungan kesehatan.
Penguatan penanganan karhutla, kata Sudian, tidak semata-mata berkaitan dengan peningkatan kemampuan pemadaman dan penggunaan teknologi. Perlindungan terhadap personel yang berada di garis depan juga perlu menjadi bagian dari strategi penanggulangan bencana.
Dengan perlindungan yang lebih baik, relawan diharapkan dapat menjalankan tugas penanganan karhutla secara lebih aman sekaligus mengurangi risiko yang mereka hadapi di lapangan.
Baca juga :



