Search
Close this search box.

Ayo Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

Bagi sebagian anak, hari pemeriksaan kesehatan di sekolah mungkin terasa menegangkan. Ada yang tampak santai sambil mengantre bersama teman-temannya, tetapi ada pula yang mulai cemas ketika namanya dipanggil terutama saat tiba giliran pemeriksaan gigi.

Namun, di balik rasa takut itu, ada sesuatu yang jauh lebih penting: kondisi kesehatan yang selama ini mungkin tidak terlihat. Hal itu terjadi pada salah seorang siswa SDN Jati 1, Jatiuwung, Kota Tangerang. Sebelum mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG), siswa tersebut tidak pernah mengeluhkan masalah kesehatan. Orang tua dan guru pun tidak mengetahui bahwa ada kondisi pada giginya yang membutuhkan perhatian.

Siswa itu kemudian mendapatkan surat rujukan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut ke dokter gigi. Orang tuanya pun menindaklanjuti rujukan tersebut dengan mendatangi fasilitas kesehatan sesuai layanan dan kepesertaan BPJS yang dimiliki, atau ke puskesmas terdekat.

Kisah itu menjadi salah satu contoh sederhana bahwa tidak semua masalah kesehatan datang dengan rasa sakit atau keluhan yang jelas. Kadang, tubuh memberi tanda kecil yang luput disadari. Kadang pula, masalah baru ditemukan ketika seseorang diperiksa.

Bagi anak-anak yang mengikuti CKG, pemeriksaan di sekolah bukan sekadar antre untuk ditimbang atau diperiksa giginya. Bagi sebagian dari mereka, itu menjadi pertama kalinya mengetahui lebih banyak tentang kondisi tubuh sendiri.

Pemeriksaan Dua Tahap

Pelaksanaan CKG di SDN Jati 1 dilakukan dalam dua tahap. Siswa kelas 1 hingga kelas 3 menjalani pemeriksaan pada 25 Juli 2026. Sementara itu, pemeriksaan untuk siswa kelas 4 hingga kelas 6 dilaksanakan pada 11 Agustus 2026. Secara keseluruhan, sebanyak 630 siswa mengikuti kegiatan tersebut.

Selain kegiatan Cek Kesehatan Gratis, pelaksanaan kegiatan juga mencakup imunisasi bagi siswa kelas 1 dan kelas 5. Imunisasi yang disebutkan sekolah meliputi rubela, tetanus, difteri, dan HPV. Vaksin rubela diberikan untuk membantu melindungi dari penyakit rubela, vaksin tetanus dan difteri untuk memberikan perlindungan terhadap kedua penyakit tersebut, sedangkan vaksin HPV berkaitan dengan pencegahan infeksi human papillomavirus.

Sebelum pemeriksaan dimulai, siswa telah lebih dulu mendapatkan informasi mengenai program CKG. Mereka juga diminta mempersiapkan diri, termasuk menjaga kebersihan tubuh sebelum mengikuti pemeriksaan.

Pihak sekolah mengatakan kegiatan berjalan mengikuti arahan tenaga kesehatan dari Puskesmas Jatiuwung dan dibantu oleh para guru. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dihentikan agar siswa dapat mengikuti pemeriksaan. Setelah rangkaian CKG selesai, siswa diperbolehkan pulang.

Dokter Gigi Terasa Menakutkan

Tidak semua siswa menyambut pemeriksaan kesehatan dengan perasaan yang sama. Purwanti, S.Pd., selaku Guru UKS SDN Jati 1, mengatakan sebagian siswa merasa takut saat menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan gigi menjadi salah satu yang cukup membuat anak-anak merasa cemas.

Ada yang setelah diperiksa kembali bermain dan bercanda seperti biasa. Namun, ada pula yang mulai khawatir ketika mengetahui ada kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan atau ditindaklanjuti.

Meski begitu, justru di situlah pentingnya pemeriksaan dilakukan. Beberapa siswa diketahui mengalami karies gigi. Kondisi ini merupakan kerusakan pada jaringan keras gigi yang terjadi secara bertahap. Salah satu penyebabnya adalah penumpukan plak dari sisa makanan yang kemudian menghasilkan asam dan perlahan mengikis lapisan gigi.

Masalah seperti ini tidak selalu langsung terasa sakit. Anak bisa saja tetap bermain, belajar, tertawa, dan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa menyadari ada masalah yang sedang berkembang pada giginya. Karena itu, pemeriksaan dapat membantu menemukan kondisi sebelum masalah menjadi lebih serius.

Bagi anak-anak, mungkin pemeriksaan hanya terasa seperti hari ketika mereka harus mengantre dan membuka mulut di depan petugas kesehatan. Tetapi bagi orang tua dan guru, hasil pemeriksaan bisa menjadi informasi penting tentang kondisi yang sebelumnya tidak terlihat.

Perilaku Sehat

Bagi SDN Jati 1, perhatian terhadap kesehatan siswa tidak berhenti setelah kegiatan pemeriksaan selesai. Para guru terus mengingatkan siswa untuk menjaga kebersihan tubuh dan memperhatikan kondisi kesehatan. Salah satu pemantauan rutin yang dilakukan adalah pemeriksaan kuku setiap satu minggu sekali.

Edukasi kesehatan juga diberikan kepada siswa, termasuk melalui pengarahan saat upacara. Kebiasaan-kebiasaan sederhana ini mungkin terlihat sepele. Namun, bagi anak-anak yang sedang tumbuh dan aktif, kebiasaan menjaga kebersihan dapat menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

Setelah mengetahui hasil pemeriksaan, harapan sekolah adalah agar siswa lebih memperhatikan kondisi kesehatannya. Ketika ditemukan masalah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, keluarga diharapan dapat mengikuti rujukan dan melanjutkan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

Deteksi Sebelum Terlambat

Kisah siswa yang baru mengetahui masalah pada giginya setelah mengikuti CKG menunjukkan bahwa tidak semua kondisi kesehatan selalu didahului oleh keluhan, penting untuk perhatikan tanda, karena proses karies pada gigi tentu bukan hal yang tiba-tiba. Tanpa pemeriksaan, masalah tersebut mungkin tidak segera diketahui.

Pelaksanaan CKG bagi 630 siswa di SDN Jati 1 tentu tidak hanya menjadi kegiatan pemeriksaan bersama. Bagi sebagian siswa, hasil pemeriksaan menjadi informasi pertama mengenai kondisi tubuh mereka. Bagi siswa yang membutuhkan tindak lanjut, pemeriksaan menjadi langkah awal menuju layanan kesehatan berikutnya.

Dari pemeriksaan mata hingga gigi dan mulut, pengukuran tinggi serta berat badan hingga pemeriksaan kebugaran, setiap hasil memberikan gambaran yang berbeda mengenai kondisi kesehatan siswa.

Bagi sekolah, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit datang. Kebersihan tubuh, pemantauan kondisi kesehatan, dan pemeriksaan menjadi bagian dari upaya pencegahan yang terus didorong kepada siswa.

Seperti pesan Kementerian Kesehatan dalam program CKG, “Cek Kesehatan Gratis: Cegah Dini, Tuntas Obati”

Penulis : Ari Kusumawati

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya