Jakarta, SenayanTalks — LSPR Institute of Communication and Business bersama Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) menggelar LSPR & ISKI Research and Publication Camp 2026 untuk mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah sekaligus memperkuat kolaborasi di bidang riset dan publikasi.
Program yang berlangsung pada Juli hingga September 2026 itu ditujukan bagi mahasiswa pascasarjana, mahasiswa tingkat akhir, dosen muda, dan peneliti pemula.
Rangkaian kegiatan diawali dengan program penulisan jurnal secara daring pada Juli-September 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seminar penulisan artikel jurnal dan diskusi bersama tutor pada 17 September 2026.
Sementara itu, rangkaian program ditutup dengan kegiatan bedah buku yang dilaksanakan secara daring pada 18 September 2026.
Acara utama Research and Publication Camp 2026 digelar secara hybrid di Rafael Jolongbayan Room, Kampus B LSPR Sudirman Park, Jakarta, pada Kamis (17/9/2026).
Kegiatan dibuka oleh Director of Publication Center LSPR Prof. Dr. Ulani Yunus, M.M. Sejumlah akademisi dan praktisi publikasi juga hadir sebagai pembicara, yakni Dr. Tri Susanto, M.I.Kom., Prof. Dr. Catur Suratnoaji, S.Sos., M.Si., dan Prof. Dr. Suraya, M.Si.
Sebanyak 65 peserta dari 13 perguruan tinggi mengikuti program tersebut. Setiap peserta diminta menyiapkan sedikitnya satu draf manuskrip atau makalah untuk dibahas bersama tutor.
Beberapa peserta bahkan membawa dua hingga tiga manuskrip untuk mendapatkan masukan mengenai substansi, struktur penulisan, hingga strategi publikasi.
Ke-13 perguruan tinggi yang berpartisipasi yakni Bina Nusantara University, Universitas Sahid, Universitas Pelita Harapan, Universitas Esa Unggul, Universitas Sam Ratulangi Manado, Telkom University, Universitas Bina Sarana Informatika, Universitas Subang, Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, Universitas Multimedia Nusantara, Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Universitas Negeri Jakarta, serta LSPR Institute of Communication and Business.
Pendampingan penulisan jurnal
Selama rangkaian kelas daring, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai tahapan penulisan artikel ilmiah.
Materi yang diberikan antara lain pengembangan judul dan latar belakang penelitian, penyusunan tinjauan pustaka dan kerangka teori, pemilihan metodologi penelitian, analisis temuan, penulisan pembahasan, hingga strategi memilih jurnal dan melakukan finalisasi manuskrip.
Pada sesi utama, peserta tidak hanya mendapatkan materi melalui seminar. Mereka juga mengikuti diskusi intensif bersama tutor untuk membahas manuskrip yang telah disiapkan.
Pembahasan diarahkan untuk mengidentifikasi kekuatan tulisan, memperbaiki bagian yang masih perlu dikembangkan, serta menyesuaikan artikel dengan ruang lingkup dan standar jurnal yang menjadi sasaran publikasi.
“Melalui Research and Publication Camp 2026, LSPR dan ISKI berupaya membangun ruang belajar dan kolaborasi yang dapat membantu akademisi serta peneliti meningkatkan kualitas karya ilmiah mereka,” kata Prof. Dr. Ulani Yunus.
Menurut Ulani, program tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pelatihan, tetapi juga diharapkan menghasilkan artikel yang siap memasuki proses publikasi.

Untuk memperluas pemahaman peserta mengenai proses publikasi ilmiah, Research and Publication Camp 2026 juga melibatkan 16 mitra jurnal.
Mitra tersebut terdiri atas jurnal terakreditasi SINTA 1 hingga SINTA 5 serta jurnal internasional.
Kehadiran mitra jurnal memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami lebih jauh mengenai ruang lingkup jurnal, standar penulisan, proses peer review, serta strategi memilih jurnal yang sesuai dengan topik penelitian.
Para peserta juga mendapatkan pendampingan dari sejumlah tutor, yakni Taufan Teguh Akbari, Ph.D., Dr. Rubiyanto, M.M., Dr. J. A. Wempi, M.Si., Budi Riyanto, Ph.D., Past Novel Larasaty, M.A., serta Wawas Bangun Tegar Sunaryo Putra, S.E., M.I.Kom.
Melalui program ini, LSPR dan ISKI berupaya mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, editor, penulis, dan pengelola jurnal dalam satu ruang pembelajaran dan kolaborasi.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi, baik untuk kebutuhan publikasi nasional maupun internasional.
Baca juga :



