Search
Close this search box.

Pasang PLTS, TEP Unpad Atasi Keterbatasan Listrik di Kawasan Transmigrasi

Tim Ekspedisi Patriot Unpad bersama pihak sekolah memeriksa dan menginstalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Smart Hybrid berkapasitas 6.000 Wh di SMKN 2 Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, November 2026. Kehadiran PLTS ini membantu mengatasi krisis pasokan listrik untuk kegiatan belajar-mengajar di wilayah transmigrasi. (FOTO: TEP 15 Unpad)

Fakfak, SenayanTalks – Keterbatasan pasokan listrik selama ini menghambat kegiatan belajar dan praktik siswa SMK Negeri 2 Fakfak, Papua Barat. Sekolah yang berada di Kampung Mbima Jaya, Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, itu bahkan harus mengandalkan generator diesel untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Biaya pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang terus membebani anggaran sekolah membuat pemanfaatan fasilitas pembelajaran berbasis digital tidak berjalan optimal. Sejumlah perangkat, seperti proyektor, papan interaktif digital, dan peralatan laboratorium, tidak bisa digunakan secara maksimal.

Persoalan tersebut mulai teratasi setelah Tim Ekspedisi Patriot 15 Universitas Padjadjaran (Unpad) memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Smart Hybrid di sekolah tersebut.

Pembangkit listrik tenaga surya itu memiliki kapasitas mesin 6.000 watt dengan penyimpanan baterai 16.000 watt-hour. Sistem ini dirancang untuk menyediakan pasokan listrik bagi laboratorium komputer, laboratorium bahasa, dan ruang teaching industry.

Kepala SMKN 2 Fakfak, M. Nasir, mengatakan keterbatasan listrik sebelumnya berdampak langsung terhadap kegiatan praktik siswa. Gangguan pasokan energi terutama dirasakan oleh siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Elektro, Agribisnis Pertanian, serta Ternak Unggas.

“Sebelumnya, kami sangat bergantung pada generator diesel. Biaya pembelian bahan bakar minyak sangat berat bagi anggaran sekolah. Setelah ada PLTS ini, perubahannya sangat terasa,” kata Nasir.

Menurut dia, pasokan listrik dari PLTS membuat kegiatan praktik siswa selama jam pelajaran lebih mudah dilaksanakan. Sekolah juga dapat mengurangi pengeluaran operasional untuk membeli BBM.

Fasilitas pembelajaran digital yang sebelumnya jarang digunakan kini mulai dapat dioperasikan secara rutin, terutama untuk kegiatan belajar-mengajar pada pagi hari.

Kemandirian Energi Kawasan Transmigrasi

Ketua Tim Ekspedisi Patriot 15 Unpad, Syawaludin Alisyahbana Harahap, mengatakan pemasangan PLTS di SMKN 2 Fakfak merupakan bagian dari pengembangan model Desa Mandiri Energi Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Energi Terbarukan di Kawasan Transmigrasi Bomberay–Tomage.

Menurut Syawaludin, keterbatasan akses listrik menjadi salah satu persoalan yang perlu diatasi untuk mendorong pembangunan kawasan transmigrasi. Ketersediaan energi tidak hanya berpengaruh terhadap aktivitas rumah tangga, tetapi juga terhadap pendidikan dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Ia berharap pemasangan PLTS tersebut dapat menjadi langkah awal pengembangan kemandirian energi di kawasan transmigrasi.

Penggunaan energi surya juga menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap generator berbahan bakar fosil, terutama di wilayah yang menghadapi kendala pasokan listrik dan distribusi BBM.

“Kami berharap inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan di SMKN 2 Fakfak, tetapi juga menjadi pijakan awal dalam membangun kemandirian energi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi secara berkelanjutan,” ujar Syawaludin.

Inisiatif tersebut memperlihatkan bagaimana persoalan akses energi berkaitan erat dengan pemerataan layanan pendidikan. Di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, ketersediaan listrik menjadi salah satu prasyarat agar fasilitas pendidikan dan teknologi pembelajaran dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya