Jakarta, SenayanTalks — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyalurkan pembiayaan publik berbasis syariah senilai maksimal Rp50,15 miliar kepada Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Wijaya Kabupaten Cilacap. Pembiayaan tersebut menjadi pembiayaan syariah perdana PT SMI untuk badan usaha milik pemerintah daerah.
Pembiayaan investasi itu menggunakan skema Musyarakah Mutanaqishah (MMq) untuk mendukung penggantian jaringan pipa Asbestos Cement Pipe (ACP) DN 600 milimeter menjadi High Density Polyethylene (HDPE) DN 630 milimeter sepanjang sekitar 4,63 kilometer di jaringan distribusi Cabang Kota.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PT SMI memperluas alternatif pembiayaan bagi pemerintah daerah dan badan usaha milik daerah (BUMD). Pembiayaan berbasis syariah itu ditujukan untuk mendukung penguatan infrastruktur layanan publik secara berkelanjutan.
Penandatanganan perjanjian pembiayaan berlangsung di Kantor PT SMI, Jakarta, pada 7 September 2026. Perjanjian ditandatangani Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa dan Direktur Utama PERUMDAM Tirta Wijaya Endar Budi S.
Penandatanganan disaksikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, serta Ketua Dewan Pengawas Syariah PT SMI Kanny Hidaya.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas pilihan skema pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur publik.
“Pembiayaan syariah ini menjadi milestone baru bagi PT SMI dalam memperluas pilihan skema pembiayaan pembangunan daerah. Melalui skema MMq, kami ingin menghadirkan pembiayaan yang tidak hanya sesuai dengan prinsip syariah, tetapi juga dapat menjawab kebutuhan investasi daerah secara konkret,” ujar Reynaldi.
Menurut dia, PERUMDAM Tirta Wijaya memiliki kinerja yang baik dan kapasitas keuangan yang kuat. Karena itu, proyek penggantian jaringan pipa dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan air minum bagi masyarakat Cilacap.
PERUMDAM Tirta Wijaya tercatat memiliki pendapatan usaha yang terus bertumbuh dan margin laba yang sehat. Kondisi tersebut membuat perusahaan daerah itu mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan pemerintah daerah.
Ganti Jaringan Pipa Air Minum
Penggantian pipa ACP menjadi HDPE sepanjang sekitar 4,63 kilometer diharapkan meningkatkan keandalan jaringan distribusi air minum. Proyek tersebut juga ditujukan untuk mengurangi potensi kehilangan air akibat kerusakan jaringan serta meningkatkan tekanan dan kontinuitas aliran kepada pelanggan.
Penguatan jaringan distribusi diperlukan untuk meningkatkan cakupan pelayanan dan konsumsi air domestik PERUMDAM Tirta Wijaya. Cakupan layanan perusahaan meningkat dari 16,99 persen pada 2021 menjadi 27,19 persen pada 2024. Meski demikian, masih terdapat ruang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan air minum perpipaan.
Peningkatan layanan air minum juga dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui akses air yang lebih andal. Infrastruktur yang lebih baik dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber air alternatif sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah layanan.
Penguatan layanan tersebut juga diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan layanan dasar yang lebih baik. PERUMDAM Tirta Wijaya berperan sebagai penyedia layanan publik sekaligus penggerak pengembangan infrastruktur air minum di Kabupaten Cilacap.
Kerja sama PT SMI dan PERUMDAM Tirta Wijaya juga memperkuat alternatif pembiayaan pembangunan daerah di luar APBD. Dukungan pembiayaan kepada BUMD memungkinkan pemerintah daerah memenuhi kebutuhan pendanaan pembangunan tanpa mengurangi ruang anggaran untuk kebutuhan dan layanan publik lainnya.
Hingga Juli 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah sebesar Rp37,19 triliun. Adapun outstanding pembiayaan mencapai Rp13,21 triliun.
Baca juga :



